//
you're reading...
Buletin Bukamata

003. ‘Open House’ di Dunia Maya

Manusia yang paling lemah ialah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu ialah orangyang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abu Thalib)

Sebagai makhluk sosial, tuntutan untuk bersosialisi dengan lingkungan nggak bisa dibendung dalam diri kita. Dimana pun dan kapan pun, hidup kita terasa hambar kalo nggak punya kenalan. Apalagi kalo kita baru pindah rumah, pindah sekolah, atau pindah tempat kerja. Pasti hal pertama yang kita lakukan, nyari tempat ngutang, eh kenalan baru. Biar kehadiran kita bisa diterima oleh lingkungan baru dan nggak merasa sendiri dalam keramaian. Betul?

Nggak hanya di dunia nyata, tuntutan bersosialisasi juga hadir saat menginjakkan kaki di dunia maya. Dalam dunia tanpa batas negara, ruang, maupun waktu ini, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, darimana saja, serta kapan saja. Saking bebasnya, semua informasi meraja lela dalam dunia cyber ini. Dari yang mencerahkan sampe yang menyesatkan. Disini pentingnya kita bersosialisasi punya banyak kenalan di dunia maya. Biar bisa dapet banyak info bermanfaat dan nggak terjerat info sesat. Betul?

Salah satu cara jitu untuk sosialisasi di dunia maya adalah dengan ngegelar open house (Eits, kagak salah neh? Kaya pejabat aja. Hehehe..). Tenang…., emangnya pejabat aja yang boleh open house. Kita juga boleh dong. Bedanya, kalo open house pejabat biasanya pasca lebaran. Kalo kita, open house-nya tiap hari, tiap jam, bahkan, tiap menit. Jadi siapa aja boleh mampir dan bebas ngasih komentar isi ’rumah’ kita. Nggak lagi ngeliat latar belakang pendidikan, status sosial, atau lokasi tempat tinggal. Semakin banyak yang datang berkunjung, semakin panjang tali silaturahmi yang kita jalin. Asyik dong? Pasti!

’Menjual Diri’ di Situs Pertemanan

Diantara kamu pasti udah nggak asing dengan friendster (FS). Atau boleh jadi kamu termasuk salah satu FS maniak yang bela-belain ngenet tiap hari sekedar nengokin profil kamu. Tapi nggak usah malu, itu bukan aib kok. Soalnya nggak cuman kamu, tapi jutaan orang yang kecanduan FS. Malah Indonesia bercokol di posisi ketiga setelah Filipina dan Malaysia sebagai pengguna FS terbanyak di dunia dengan kisaran usia 18-30 tahun. (Detik.com, 08/03/07)

Sekedar tau aja nih, FS didirikan oleh Abraham Adams pada tahun 2002 yang berpusat di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Hingga 2006, pengguna Friendster diperkirakan mencapai 20 juta orang dari berbagai belahan dunia. Peran FS dalam menghadirkan layanan social networking untuk pertama kali menjadikannya berhak meraih hak paten jaringan pertemanan sosial melalui situs yang dikeluarkan Kantor urusan paten dan merk dagang Amerika Serikat pada 27 Juni 2006 silam (Detik.com, 10/07/06).

Di dunia nyata, biasanya kita kenalan dulu sebelum tau latar belakangnya. Tapi yang ada di situs pertemanan seperti FS justeru sebaliknya. Kita bisa liat profil para anggota sebelum memintanya jadi temen kita. Dengan begitu, kita bisa nyari temen yang punya kesamaan almamater sekolah, hoby, tempat nongkrong, tempat kursus, atau mungkin satu komplek perumahan dengan kita. Makanya setiap pendatang baru di FS, kudu ngisi biodata yang akan ditampilkan sebagai profil kita. Ciiee… kaya seleb aja nih punya profil.

Yang menarik, di FS ada rubrik testimoni alias kesaksian bebas dan subyektif dari anggota lain terhadap diri kita. Isinya macem-macem. Dari sekedar say hello, ucapan selamat, sampe yang bener-bener ngasih penilaian terhadap kita. Ibarat beli barang, rubrik ini boleh disamain dengan review konsumen. Rasanya nyaman kalo dapet testimoni dari temen, artinya kita masih diakui ama temen. Nggak heran kalo maniak FS akan berlomba-lomba ngoleksi temen dan testimoni sebanyak mungkin. Semakin banyak testimoni dari orang yang berbeda, semakin eksis bin populer. Gitu mitosnya. Hehehe…

Selain FS, banyak situs pertemanan yang ikut ngetren. Seperti MySpace (www.myspace.com), MeetUp (www.meetup.com), atau TheFaceBook (www.thefacebook.com). Bahkan, FS produk dalam negeri juga ikut nimbrung lho. Ada Temanster (www.temanster.com), Sohib (www.sohib.com), atau Fupei (www.fupei.com). Hmm… layak dicoba neh.

Pren, situs pertemanan emang pas bagi kita untuk belajar memperkenalkan diri. Kita bisa membuka diri kita untuk kenalan-kenalan baru dari berbagai belahan dunia. Ini bisa menjadi langkah pertama bagi kita untuk ’open house’ di dunia maya. Yang penting tetep pake etika. Sekedar berteman, gak pake mesra. Otreh?!

Bangun ‘Rumah’ di Blog

Serunya open house di dunia maya terasa lengkap dengan kehadiran blog. Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Pemilik blog biasa dikenal dengan sebutan blogger. Siap jadi blogger?

Punya blog sama dengan punya rumah di dunia maya. Kamu bisa tuangkan imajinasimu untuk mengisi blog biar lebih menarik. Bisa diisi opini pribadi, karakter tokoh komik jepang, berbagai menu masakan, tips-trik seputar otomotif, diary online, atau kumpulan alamat situs populer. Yang penting, isinya bikin kamu enjoy dan tamu juga nyaman berkunjung ke blog kamu. Paling asyik kalo tamu-tamu yang berkunjung ngasih komentar blogmu. Dari yang komentarnya asal bunyi sampe yang berbobot. Seru lho!

Biar kamu tahu aja, kita bisa bedakan beberapa jenis blog berdasarkan isinya. Ada blog Politik, Personal Blog, Blog sastra yang lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog), Blog media yang fokus pada bahasan kebohongan media massa, Blog petunjuk (directory) yang berisi ratusan link halaman website, atau Blog pengganggu (spam) yang digunakan untuk promosi bisnis affiliate.

Pren, kalo kamu pengen jadi blogger, tinggal kunjungi dan daftar aja di situs-situs penyedia blog seperti blogspot.com, blogger.com, atau wordpress.com. Banyak sisi positif yang bisa kita ambil dari kehadiran blog. Kita bisa belajar menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, terbiasa untuk membaca, belajar ngasih komentar, dan yang penting menjadi ajang aktualisasi diri sebagai bagian dari kebutuhan sosial. Penting tuh!

Awas Tehanyut!

Pren, setelah punya biodata di situs pertemanan serta rumah di blog, perbekalan kita untuk open house sudah cukup. Sekarang tinggal kita aja yang mesti rajin nengokin profil kita di Friendster dan getol update info terbaru di blog. Biar temen kita puas dan nggak merasa dikacangin. Jangan lupa mampir juga ke blog temen untuk dapetin info terbaru, ngasih komentar atau ngirim testimoni untuk temen-temen baru di FS. Kalo udah gini, ’open house’ di dunia maya makin mak nyos!

Mak nyos sih mak nyos, tapi jangan sampe kamu lupa waktu. Penyakit ini yang biasanya menjangkiti orang-orang yang ketagihan nge-blog atau maniak FS. Bawaannya pengen ngenet mulu untuk sekedar ngecek, kali aja teman baru, testimoni baru, postingan baru, atau komentar baru di blog. Masih mending kalo ngeceknya nyambi di tempat kerja yang kebetulan online terus, bisa ngirit ongkos. Nah kalo ngenetnya kudu di rumah dengan koneksi dial up yang lambreta (lambat) atau nongkrong di warnet, alamat tekor waktu dan doku deh!

Kalo nggak hati-hati, kita juga bisa lupa diri. Mentang-mentang di dunia maya bebas berbicara maupun berekspresi, setan bisa tiba-tiba muncul menggoda kita. Manas-manasin untuk bikin profil palsu (fakester) di FS atau bikin blog hitam yang berisi pornografi, tulisan yang menebar fitnah atau menjelek-jelekkan (hate speech) orang lain. Resikonya gede banget lho. Bisa dapet hujatan dari orang yang difitnah atau dipalsukan profilnya, nggak diridhoi Allah swt, dan blog gratisan kamu bisa dibanned atau dimatikan. Sayang kan kalo rumah kita kena gusur. Bisa rugi dunia akherat tuh!

Makanya, kita mesti taruh dunia maya di tangan kita, bukan di hati kita. Biar bisa kita kendalikan, jangan sampe kita yang diperbudak. Posisikan dunia maya sebagai sarana bagi kita untuk mengatualisasikan diri dan menjalin silaturahmi. Jangan sampai porsinya ngambil banyak waktu hidup kita. Inget, kita hidup di dunia nyata. So, jauh lebih penting untuk bersosialisasi di dunia nyata biar dikenal oleh tetangga dan lingkungan sekitar kita. Oke?

Jadikan Ladang Amal

Open house di dunia maya, nggak hanya membantu kita bersosialisasi. Tapi juga bisa menjadi tabungan amal baik kita untuk bekal diakhirat kelak. Kok bisa? Kenapa nggak. Selain informasi yang menarik dan bermanfaat, kita bisa penuhi blog dengan seruan untuk berbuat kebaikan, mengenalkan Islam sebagai aturan hidup sempurna, mengkritisi ide-ide sesat yang mengancam kehidupan manusia, serta ajakan untuk aktif dalam dakwah. Hal ini tentu memberikan nilai lebih dihadapan Allah swt seperti tercantum dalam firman-Nya:

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Al-Fushshilat [41]: 33).

Kalo banyak tamu yang mampir ke blog kamu dan dapet pencerahan tentang Islam dari tulisan yang ada, tentu ini jadi tabungan pahala buat kita. Seperti ditegaskan Rasulllah saw dalam sabdanya:

“Siapa saja yang menyeru manusia pada petunjuk (Islam), dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang diperoleh orang yang mengikuti petunjuk itu tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibn Majah).

Oke deh Pren, semoga ketertarikanmu untuk open house di dunia maya nggak sekedar ngikutin tren. Tapi diawali dengan niat semata-mata demi meraih ridho Allah swt serta ikut ambil bagian dalam memasyarakatkan Islam sebagai aturan hidup. Semakin banyak yang mengenalkan Islam, tentu semakin luas jangkauannya dan dengan sendirinya Islam tidak lagi dianggap asing dan menakutkan. Keren kan?

Sementara buat kamu yang belum biasa piknik di dunia maya, nggak usah sedih bin minder. Dunia maya kan cuman sarana, yang penting kita bisa belajar memaksimalkan potensi dan kemampuan menulis untuk dakwah Islam. Nggak mesti bangun rumah di blog, kita bisa pake sarana ’mabok’ alias majalah tembok di sekolah atau buletin siswa sebagai media alternatif untuk mengajak temen-temen kita mengenali Islam lebih dalam. Tetep semangat menyuarakan kebenaran Islam! [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

3 thoughts on “003. ‘Open House’ di Dunia Maya

  1. salam kenal aja
    kunjungi saya di blog-taufik.blogspot.com

    salam kenal juga… dah saya kunjungi. nice blog. makasih dah mampir ke blog kita.

    Posted by taufik | 15/01/2008, 04:26
  2. assalamu’alaikum wr wb

    Mantaps !!!..

    I’m agree with u

    Posted by Hannan | 29/05/2008, 08:39
  3. aih ada juga buletin bukamata ya? aku seringnya dapat gaulislam [www.gaulislam.com]

    thx

    Posted by Jenny | 02/07/2008, 13:58

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: