//
you're reading...
Buletin Bukamata

004. Geng Motor Penebar Teror

“Bunuhlah hawa nafsumu dengan senjata akalmu.” (Ali bin Abi Thalib)

Prihatin , brutal, dan tidak manusiawi…”. Itulah kesan pertama yang dirasakan Pak Gunawan Ramli. Salah seorang aktivis bikers tulen asal kota hujan saat mengomentari rekaman video kegiatan ’ospek’ sebuah geng motor di Gunung Puntang, Bandung. Dalam rekaman i tu, terlihat beberapa kali calon anggota mendapat bogem mentah plus tamparan yang mendarat diwajahnya, serta tendangan tanpa bayangan ala Jet Lee yang menghantam perutnya dari para seniornya. Bahkan antar calon anggota saling baku hantam dengan hanya mengenakan CD alias celdal.. Kalo dibandingin, kekerasan yang pernah terjadi di IPDN mah kalah jauuh…

Inilah sepenggal potret kerasnya kehidupan geng motor yang beberapa bulan terakhir meresahkan warga Kota Kembang. Kasatreskrim Polresta Bandung Tengah, AKP Andree Ghama mengungkapkan, sejak Desember 2006 hingga Juli 2007 tercatat ada enam aksi kekerasan geng motor. Namun berdasarkan data pemberitaan dari media cetak lokal, masih ada empat aksi brutal geng motor lagi hingga Oktober 2007.

Korban pun berjatuhan. Diantaranya pada pada 11 Agustus 2007 malam. Sandy Akbar alias Tile (17) meregang nyawa dengan luka parah bagian kepala akibat tebasan samurai setelah dikeroyok puluhan anggota geng motor di Jalan Saturnus Komplek Margahayu Raya Bandung. Terakhir, Putu Ogi Suwarsana (21), tewas dikeroyok belasan pemuda bermotor di depan Gang Masjid, Jalan Kiaracondong, sekitar pukul 01.30 WIB, 21 Oktober lalu. Pegawai Bea Cukai Kanwil Merak Provinsi Banten ini menderita luka tusuk di dada kiri hingga menembus jantung. Waspadalah!

 

Geng Motor Asal Bandung

Kalo di negeri Paman Sam dan negara Barat lainnya ada geng motor Hell’s Angels, Outlaws, Pagans, Comanceros atau Bandidos, di Bandung setidaknya ada empat geng motor besar yang eksis dan bikin resah. Mereka adalah Exalt to Coitus (XTC), Brigade Seven (Brigez), Moonraker, dan Grab on Road (GBR).

XTC berdiri pada tahun 1982 di bawah naungan bendera putih biru muda bergambar lebah. Awalnya didirikan sekelompok anak SMA swasta elite di parahiyangan. Para calon anggota XTC yang datang dari lingkungan sekolah SMP dan SMA selalu digojlok secara fisik di daerah Lembang selama empat hari. Mereka ditendang, diinjak, dan dipukul. Setelah lulus uji fisik, kudu berani pake sepeda motor dari Lembang ke Bandung tanpa menggunakan rem. Kalo ada yang mengundurkan diri dari keanggotaan, harus potong jari kelingking sebagai simbol kesetiaan terhadap kelompok. Jadi inget Yakuza.

Briges (Brigade Seven) berdiri pada tahun 1980-an dengan bendera negara Jerman bergambarkan kelelawar hitam sebagai simbolnya. Tiga doktrin utama seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam terus dilestarikan pada tubuh geng yang semula beranggotakan siswa SMA 7 Bandung ini. Setiap anggota baru mesti menjalani uji nyali mulai dari keterampilan dalam beraksi hingga minum darah hewan tertentu yang konon bisa menumbuhkan keberanian pada diri anggota. Kaya drakula aza!

Moonraker didirikan pada tahun 1978 oleh siswa SMA yang ada di Jalan Dago yang mencintai dunia balapan motor pada waktu itu. Nama geng itu sendiri diambil dari judul film James Bond yang saat itu sedang naik daun. Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain. Beringas, ganas dan selalu siap perang pada malam hari dengan mengibarkan bendera merah putih biru bergambar kelelawar.

Grab On Road (GRB) merupakan geng motor paling bontot. Anggotanya mayoritas anak SMP 2 yang memiliki hobi balapan setiap malam. Meski mayoritas anggota geng dengan ciri khas bendera merah kuning hitam itu masih pada bau kencur, tapi kebringasan saat beraksi nggak kalah ancur dengan yang lain. Setali tiga uang gitu deh.

 

Berawal dari Komunitas Liar

Kelahiran geng motor, rata-rata diawali dari kumpulan remaja yang doyan balapan liar dan aksi-aksi menantang bahaya pada malam menjelang dini hari di jalan raya. Setelah terbentuk kelompok, nggak cuman hubungan emosinya yang menguat, dorongan untuk unjuk gigi sebagai komunitas bikers juga ikut meradang. Mereka pengen tampil beda dan dikenal luas. Caranya, tentu bikin aksi-aksi yang sensasional. Mulai dari kebut-kebutan, tawuran antar geng, tindakan kriminal tanpa pandang bulu, merampok toko, hingga perlawanan terhadap aparat keamanan. Ini yang membedakan geng motor dengan kelompok pecinta motor lain yang lebih dikenal sebagai klub motor.

Klub motor dan geng motor emang beda banget. Seperti dituturkan Pak Gun yang udah empat tahun gabung dengan HTML. “Kebanyakan klub motor beranggotakan pemilik jenis motor yang sama seperti HTML (Honda Tiger Mailing List), Koster (Komunitas Suzuki Thunder), atau BITCS90 (pecinta motor tua merk Honda 90 keluaran tahun 1965-1975). Sementara geng motor terdiri dari campuran motor baik cc besar maupun cc kecil.”

Dari sisi legalisasi hukum, Apip, ketua BITCS90 (Bogor Independent CS90) bilang, udah seharusnya klub motor terdaftar sebagai komunitas resmi pecinta motor. Seperti di Bogor, semua klub motor terdaftar di PAMOR (Paguyuban Mobil Motor se-Bogor). Selain untuk memudahkan koordinasi antara klub motor dan aparat, bisa juga untuk meredam konflik antar klub. Biar nggak gontok-gontokan apalagi sampe rebutan wilayah kekuasaan. Sementara geng motor, terdaftar sih di kepolisian. Sayangnya bukan sebagai organisasi legal, tapi kelompok yang diburu aparat lantaran sering bikin resah masyarakat. Nah lho?

Saat pelantikan anggota, klub motor lebih mentingin penguasaan teknik mengatasi masalah motor. Mulai dari ganti ban dalem, diagnosa kerusakan kalo tiba-tiba mogok, cara ngecek kinerja mesin, atau ngakalin busi yang bocor. Nggak pake acara pukul, tendang, tampar, atau adu jotos.
Sementara di geng motor, selain fisik digojlok abis, calon anggota juga didoktrin oleh janji setia yang mesti mereka pegang. Yaitu, harus berani melawan polisi berpangkat komisaris ke bawah, harus berani melawan orangtuanya sendiri, harus bernyali baja dalam melakukan kejahatan. Demikian tiga sumpah anggota geng motor di Bandung dalam buku putihnya yang ditemukan polisi pada tahun 1999. Ini semakin menguatkan label komunitas liar yang melekat pada geng motor. Gaswat!

 

Gaya Hidup Fast & Furious

Kamu pasti nggak asing lagi dengan reality show ‘Fear Factor’ yang menyajikan tantangan ekstrim dan menjijikkan. Diantara kamu juga mungkin ada yang terkesan dengan aksi Vin Disel dalam film triple X (bukan film porno lho..). Atau film ‘2 Fast 2 Furious’ yang mengisahkan tindakan kriminal anggota geng mobil yang memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil melakukan berbagai atraksi berbahaya. Ketiganya punya kesamaan isi dalam menghibur penonton. Yaitu, aksi-aksi yang mengandalkan kecepatan dan menantang maut. Inilah gaya hidup fast & furious yang digandrungi remaja. Termasuk di negeri kita.

Kehidupan liar geng motor merupakan salah satu cerminan dari gaya hidup fast & furious. Gaya hidup yang mengukur kemuliaan seesorang dari keberaniannya berduel dengan maut. Siapa yang tercepat, dia yang paling hebat. Siapa yang berani menantang bahaya, dia yang berhak menjadi penguasa. Siapa yang masih hidup dengan luka-luka yang menganga, dia layak dijadikan ketua. Persaingan ini yang memicu tindakan brutal geng motor. Seperti mukulin orang tanpa alasan, malakin pengendara motor yang nggak dikenal, atau tawuran dengan musuh bebuyutannya. Semuanya dilakukan demi meraih predikat keren. Predikat yang bakal meninggikan kedudukan ’sosial’-nya di dunia tanpa matahari (underground) yang dihuni geng-geng motor.

Gaya hidup fast & furious yang lahir dari masyarakat kapitalis sekuler yang individualis keliatannya emang berani mati, padahal mah nggak punya nyali. Yup, mereka nggak punya nyali untuk ngelawan nafsu yang menggerogoti hidupnya. Bagi mereka, hidup hanya untuk menuhankan hawa nafsu. Berlomba-lomba menjadi budak materi dengan menghalalkan segala cara. Walaupun harus melukai diri sendiri atau mengorbankan nyawa orang lain. Yang penting ada manfaat untuk memuaskan nafsunya.

Inilah salah satu bentuk serangan budaya dan pemikiran barat yang melemahkan mental remaja melalui tayangan hiburan. Makanya kita mesti melek media. Biar nggak jadi korban budaya hedonis seperti temen-temen kita yang gabung dalam geng motor liar. Betul?

 

Ngerasa Hebat? Tundukkan Nafsumu!

Pren, keliru banget kalo kita merasa hebat dan kuat karena jago berkelahi, piawai melakukan atraksi berbahaya, atau berani berduel dengan maut demi mendapat pujian dan penghargaan dari manusia. Yang bener, apa yang disabdakan Rasul saw:

“Orang yang kuat (cerdas) adalah orang yang dapat mengendalikan nafsunya dan yang beramal untuk kepentingan hidup setelah mati. Sedangkan orang yang lemah (bodoh) adalah orang yang mengikuti keinginan hawa nafsunya dan hanya dapat mengharapkan kebaikan Allah.” (HR Turmudzi)

Nafsu itu wujudnya nggak keliatan. Tapi pengaruhnya bisa memaksa kita berperilaku liar dan beringas seperti hewan. Akibatnya, hati kita akan keras dan akhirnya membatu. Kalo hati udah membatu, kita akan kebal dari perasaan bersalah dan menjadi raja tega. Terbiasa berbuat maksiyat atau melukai orang lain karena meremehkan dosa-dosa yang telah diperbuat sebelumnya. Ini bahaya bro!

Makanya kita mesti berani ngelawan nafsu. Jangan mau diperbudak. Meski awalnya nggak mudah, kita pasti bisa. Karena kita punya akal yang akan menjinakkan nafsu. Akal yang akan membuka mata, hati, dan pikiran kita untuk menyadari akan bahayanya jika mengikuti hawa nafsu. Imam Ibnu al-Jauzy mengingatkan kita:

“Andaikata jiwa terus sadar dan waspada, maka ia akan terus melakukan yang terbaik. Jika tidak, maka ia akan terjebak pada perasaan bangga, ketakaburan, dan sikap meremehkan orang-orang lain. Akhirnya, ia akan berkata, “Aku telah memiliki segalanya, aku berhak untuk berbuat apa saja!” Orang seperti itu akan membiarkan hawa nafsunya terjun ke dalam dosa-dosanya. Padahal, kalau saja ia berdiri di pantai kerendahan hati dan jiwa pengabdian pada Allah, akan selamatlah ia.”

Nah Pren, kalo akal kita sehat, pastinya nggak gampang tergoda untuk bersikap arogan bin narsis yang haus akan pujian. Kalo kita ngerasa hebat, pastinya berani menyuarakan kebenaran Islam dan menolak ajakan teman dekat untuk berbuat maksiat. Kalo kita pemberani, ayo sama-sama ikut ngaji untuk memperkokoh keimanan dengan mengenal Islam lebih dalam. Biar iman kita nggak kendor dihantam serangan budaya dan pemikiran sekuler. Oke? Berangkaat!!! [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: