//
you're reading...
Buletin Bukamata

005. Ketika Islam Ternoda…

Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni, orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak,dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir. (W.A. Nance)

Isu aliran sesat tetep menjadi berita hangat. Kelompok-kelompok baru secara bergantian muncul ke permukaan. Pemimpinnya emang beda, tapi ajaran yang dibawanya tetep sama. Sama-sama menodai Islam. Ada yang ngaku-ngaku sebagai Nabi, imam Mahdi, atau dapet wahyu dari malaikat Jibril. Aya-aya wae!

Yang bikin kita tambah heran, kok bisa aliran sesat itu tumbuh subur kaya jamur di musim hujan. Padahal MUI sering ngeluarin fatwa label aliran sesat bagi kelompok yang nyeleneh. Para pimpinannya juga udah ada yang masuk bui atau berurusan dengan polisi. Bahkan dibeberapa daerah, tempat kegiatan mereka jadi sasaran amuk massa. Tapi, bukannya pada tobat para pengikutnya malah makin pede dan tetep eksis. Kok bisa?

Wajar aja, meski dibenci umat Islam, mereka nggak ngerasa sendiri. Karena sejumlah tokoh-tokoh Islam liberal maupun LSM, aktif bersuara memperjuangkan keberadaan mereka dengan berilndung di balik Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka bilang, ini hanya bagian dari ekspresi kebebasan individu yang seharusnya disikapi positif. Padahal kalo ngomongin HAM, umat Islam juga berhak dong menjaga kemurnian agamanya. Jangan mentang-mentang HAM nggak diakui Islam lantas menuduh umat Islam semena-mena. Fair play dong ah!

Sesat? Nggak Ada Toleransi!

Adanya perbedaan pendapat dalam Islam memang rahmat. Dengan catatan, perbedaannya nggak ngotak-ngatik masalah akidah. Tapi kalo ada yang ngajarin ide-ide akidah yang menyimpang, itu namanya sesat dan menyesatkan. Bukan lagi rahmat. Supaya kita bisa bedain mana perbedaan yang rahmat dan mana yang sesat, ada baiknya kita kenali ciri-ciri ajaran yang bisa bikin kita murtad. Oke?

Pertama, ngaku nabi baru atau penerima wahyu setelah Nabi Muhammad saw. Ini jelas sesat. Karena Allah swt udah ngasih tau kita kalo nggak akan ada Nabi setelah Muhammad saw. Seperti dalam firman-Nya:

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Ahzâb [33]: 40)

Mereka yang ngaku Nabi palsu adalah Mirza Ghulam Ahmad pendiri Ahmadiyah yang menemui ajalnya pada tahun 1908; Ahmad Moshaddeq pendiri Al-Qiyadah Al-Islamiyah yang udah tobat; serta Zikrullah dan Ali Taetang Likabu dari Banggai Sulawesi Tengah yang kudu berurusan dengan polisi.

Kedua, menginjak-injak kemuliaan al-Quran. Ada yang bilang kalo al-Qur’an nggak dituliskan bukan dengan bahasa arab tapi dengan bahasa Nur, seperti yang diyakini oleh kelompok Isa Bugis. Padahal jelas-jelas Allah swt telah berfirman:

Demikianlah kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab. (QS. Asy-Syûra [42]: 7)

Malah kelompok Ahmadiyah yang difatwakan sesat oleh MUI dan Liga Muslim Dunia pada tahun 1974, meyakini tidak ada al-Qur’an selain apa yang dibawa oleh Mirza Ghulam Ahmad. Dan Meyakini bahwa kitab suci mereka diturunkan (dari langit), bernama `Al-Kitab al-Mubin’, bukan al-Qur’an al-Karim yang ada di tangan kaum muslimin.

Ketiga, ingkar terhadap rukun Iman dan rukun Islam. Padahal akidah Islam justru dibangun dengan keyakinan sepenuh hati terhadap rukun Iman dan rukun Islam. Allah swt berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisâ [4]: 136)

Mereka yang mengingkari rukun Islam diantaranya: Ahmadiyah yang mengganti tujuan berhaji ke Mekkah menjadi ke Qadian (India) tempat kelahiran kelompok ini. Aliran Islam Model Baru di Jambi yang tidak mewajibkan shalat lima waktu, atau ajaran Islam sejati di Serang yang cuman mewajibkan shalat tiga waktu dalam sehari, yaitu Ashar, Maghrib, dan Isya. Kaya makanan aja ada paket hemat segala?

Pren, selain ketiga ciri diatas, masih banyak ciri-ciri kesesatan lain yang penampakkannya nggak sevulgar aliran sesat, tapi sama bahayanya. Seperti ide sinkretisme dan pluralisme yang menganggap semua agama sama dan tidak ada agama yang benar. Begitu juga dengan ide liberalisme yang membebaskan manusia dalam berpikir dan berbuat. Makanya kita mesti hati-hati. Jangan sampai terjebak oleh pesona aliran sesat atau terjangkit penyakit ’sipilis’ alias sinkretisme-pluralisme-liberalisme. Be careful pren!

Peduli tapi Nggak Pake Emosi

Tumbuh dan berkembangnya aliran sesat so pasti berawal di tengah-tengah masyarakat. Sayangnya, kita terkadang nggak nyadar kalo ada benih-benih aliran sesat di sekitar kita. Gara-gara terjangkit penyakit EGP (Emang Gue Pikirin!) kita lebih sering sibuk dengan dunia kita sendiri dan lupa ama yang lain. Padahal kalo dipikir-pikir, sikap cuek bebek ama lingkungan cuman bikin rugi diri sendiri. Kita jadi ketinggalan informasi dan bisa terjerat ajaran sesat. Gaswat kan?

Di tempat lain, ada juga yang peduli banget ama lingkungan. Bagus sih, cuman kalo nggak jeli, kita bisa gampang terpancing emosi. Ikut terprovokasi oleh pemberitaan media dan ujung-ujungnya maen hakim sendiri. Padahal Islam punya aturan main yang cantik ngadepin para penganut aliran sesat. Nggak main sikat aja. Tapi diajak untuk bertobat dan menanggalkan keyakinannya yang nyeleneh. Gitchu!

Kok rasanya jadi serba salah sih? Cuek bebek nggak bagus, peduli banget juga bisa jadi masalah. Tenang pren, bukannya kita mau bikin bingung. Soalnya isu aliran sesat itu kan sensitif banget. Apalagi ini menyangkut urusan agama Islam dan kaum Muslimin yang biasanya suka ada udang dibalik bakwan alias agenda tersembunyi. Makanya kita mesti lebih waspada. Jangan sampe kita emosi, terus bertindak anarkis seolah-olah membela Islam. Padahal, kita udah terjebak dalam permainan orang-orang yang bikin isu itu. Gaswat kan?

Bukan rahasia lagi kalo musuh-musuh Islam bakal menghalalkan segala cara untuk menyudutkan Islam dan kaum Muslimin. Salah satunya dengan ikut ngedukung kehadiran aliran sesat (seperti Ahmadiyah yang dibentuk oleh Inggris) dan menciptakan ulama atau kyai palsu yang keliatannya pinter padahal keblinger. Agenda ini seperti yang tercantum dalam buku The CIA at War yang berisi pengakuan Direktur CIA, George Tenet. Doi bilang, AS punya program membeli ulama dan pemimpin Islam dalam menghadapi sentimen anti AS di dunia Islam dan negara-negara Arab. Bener kan?

Biar nggak terjebak, ada baiknya kita lebih jeli sebelum bertindak. Istilah kerennya, tabayyun alias cek en ricek. Nggak ada salahnya kita cari tahu riwayat hidup kelompok-kelompok yang dinilai sesat itu. Siapa pendirinya, apa ide yang dibawanya, dibagian mana sesatnya, dan bagaimana Islam meluruskannya. Kita bisa cari tahu di media massa, internet, nanya ama orang yang ngerti banyak tentang Islam, atau aktif di forum pengajian. Biar semuanya jelas, dan kita lebih pede ngejelasin ke umat tentang aliran sesat dan punya bekal cukup untuk ngajak pengikutnya tobat. Itu baru cerdas. Peduli tapi nggak pake emosi. Oke kan? Pastinya!

Negara Mesti Tegas!

Tumbuh suburnya aliran sesat nggak lepas dari peran negara yang kurang mak nyoss. Pemerintah keliatan ragu-ragu bin nggak pede menindak kelompok dan pengikut aliran sesat. Soalnya disatu sisi, ide kebebasan beragama yang digaungkan HAM menuntut negara bersikap fair menghormati aliran sesat yang cuman beda pendapat aja. Disisi lain, mayoritas umat Islam juga nggak rela kalo agamanya dinodai tapi pelakunya enak aja tebar pesona.

Dalam Islam, negara nggak boleh setengah-setengah ngadepin aliran sesat. Lantaran udah kewajiban negara menjaga akidah umatnya dari ajaran atau ide yang sesat dan menyesatkan. Apalagi Islam punya aturan yang tegas dan pastinya punya efek jera bagi pelaku penodaan terhadap Islam. Kalo ada yang ngaku-ngaku sebagai Nabi baru, nerima wahyu dari Malaikat Jibril, atau nggak mewajibkan shalat lima waktu, statusnya disamakan seperti orang yang keluar dari Islam alias murtad.

Untuk itu, negara akan ngajak dia diskusi tentang keyakinannya yang udah membelot. Terus meminta dia tobat dan kembali ke jalan yang benar. Kalo masih belum nyadar, Islam ngasih tempo tiga hari bagi dia untuk merenung dan ngingetin resiko hukuman mati kalo masih ngeyel. Masih juga nggak mau tobat? Negara berhak mengakhiri hidupnya demi menjaga kemuliaan Islam. Nggak pake diungsikan ke hotel prodeo atau diasingkan dari masyarakat. Itu baru tegas!

Dari Jabir ra bahwa seorang wanita bernama Ummu Marwan telah murtad, maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk menawarkan kembali Islam kepadanya, bila dia tobat maka diampuni tapi bila menolak maka wajib dibunuh. Ternyata dia menolak kembali ke Islam maka dibunuhlah wanita itu. (HR. Ad-Daruquthuny dan Al-Baihaqi).

Pren, biar kita nggak salah tafsir, hukuman mati bagi orang murtad dalam Islam hanya boleh dilaksanakan oleh yang berhak, yaitu pemerintah atau hakim yang ditunjuk oleh negara Islam. Nggak sembarangan. Meskipun kita siap menjadi algojonya, tetep kita hanya berhak mengajak dia untuk tobat sambil ngingetin kalo keluar dari Islam bakal sengsara dunia akherat. Catet tuh!

Nah pren, biar isu aliran sesat nggak ada siaran ulang, tugas kita bareng-bareng untuk menyampaikan kebenaran Islam pada masyarakat demi menjaga kemurnian akidahnya. Dan yang nggak kalah pentingnya, kita juga aktif mendesak pemerintah untuk menindak tegas pelaku penodaan sekaligus mengajak penguasa untuk menjadikan Islam sebagai landasan aturan negara.

Sebagai langkah awal, mari kita sama-sama mengenal Islam lebih dalam dengan aktif di forum-forum pengajian. Selain untuk memperkokoh benteng iman dan Islam kita, sekalian mempersiapkan diri untuk menjadi penjaga dan pembela Islam. Berani? Siapa takut! [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

One thought on “005. Ketika Islam Ternoda…

  1. hufpz,,,bungung!!!!!

    knpa sich aliran sesat dah makin buanyakkkkkkkkkkkkkkkkk

    dan yang teganya…………orang yng ndak berslah.malah jadi korban…………….

    hufpz,,teganya,,,,,,,,,,,

    oh………….kasihanilah orang2 di sekitarmu………….

    sadarkan dirimu.ingat ALLAH…..

    Kalo cara tuk hadapi sich…..
    jaga diri aja………
    waspada lah….. pokoknya…………kalo mereka ngajak tuk diskusi atau pap,jgn mau. Lgsung kabur aja!!!!!

    BIAR KITA SELAMAT……..!!

    AMIN.

    jangan lupa juga bentengi akidah kita dengan mengenal islam lebih dalam. okeh?

    Posted by yani | 06/03/2009, 03:52

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: