//
you're reading...
Keep on Spirit!

Sebatang Lilin

Pren, dalam keadaan gelap gulita di malam hari lantaran listrik mati, lilin mendadak populer. Ya, paling gampang emang nyalain sebatang lilin untuk menerangi rumah. Meski cahayanya nggak seterang lampu neon, tapi cukup membantu kita melihat sekitar biar nggak nabrak pintu, kejedot tembok, atau terantuk kaki meja.

Saat ini, kegelapan juga tengah menaungi kaum Muslimin. Kegelapan yang dihasilkan oleh aturan sekuler kapitalis yang diterapkan di neger-negeri Muslim. Akibatnya, umat Islam nggak bisa lagi bedain mana yang hak (diridhoi Allah) dan mana yang bathil (dibenci Allah). Semuanya dibuat samar-samar dengan menggiring umat Islam memasuki gaya hidup materialis yang memuja kesenangan dunia.

Untuk menerangi umat Islam, kebutuhan ’sebatang lilin’ pastinya penting banget. Karena cahayanya bisa membuka mata umat biar bisa ngeliat kebenaran Islam dan kebobrokan aturan sekuler kapitalis. ’Sebatang lilin’ ini yang terwujud dalam diri seorang pengemban dakwah yang memancarkan cahaya Islam.

Seperti halnya sebatang lilin, seorang pengemban dakwah juga rela mengorbankan dirnya untuk kepentingan umat. Pantang menyerah menyebarkan cahaya Islam meski harus kehilangan harta, waktu, tenaga, pikiran, dan badan. Makanya pantas banget kalo seorang pengemban dakwah layak dinominasikan sebagai sebaik-baiknya manusia. Sebagaimana disabdakan Rasul saw:

“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (HR. Bukhari). Mau?[]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: