//
you're reading...
Keep on Spirit!

Cangkir Yang Cantik

Ini curhat sebuah cangkir cantik yang jadi primadona etalase di toko suvenir. Doi bilang, “tau gak sih lo, dulu aku gak cantik. Boro-boro cantik dan dikagumi, orang ngelirik aja ogah. Ya, dulu aku hanyalah seonggok tanah liat yang tak bermanfaat.”

Suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Terus ia mulai memutar-mutar aku. Kebayang gak sih, pusing banget tahu. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Eh, dia malah bilang, “belum!” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi dia masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Nasib…nasib!

Penderitaanku belum berakhir. Malah tambah parah. Dia memasukkanku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi dia bilang “belum !”. Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Phew, akhirnya!

Kirain udah beres, ternyata belum. Setelah dingin aku dikasih pada seorang wanita muda (huhuy!) dan dan ia mulai mewarnai aku. Tapi, asapnya itu lho, nyesek banget. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu bilang “belum!” Lalu ia ngasih aku pada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik (huhuy lagi) mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Eits!..siapa tuh? Ini pasti mimpi. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik dan mempesona. Pangling banget bo! Hmm.. rupanya, semua penderitaanku yang lalu lumayan dibayar mahal oleh mereka”. Gitu ceritanya.

Pren, kurang lebih kayak gitu tuh, Islam membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya terang. Rasul bilang, seperti menggengam bara api. Panas dan menyakitkan menurut kita. Padahal itu ujian atas keimanan kita. Siapa yang tetep istiqomah pake aturan hidup Islam, bersabar dan berbaik sangka ama Allah, ganjarannya seperti cangkir diatas. Cantik, kemilau, mempesona, dan mulia dunia akherat. Mau? []

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

One thought on “Cangkir Yang Cantik

  1. Asslamu’alaikum..!!!

    Alhamdulillah, smua cerita2 yang ada bagus bgtth dech…

    Makasisih ya…

    Wassalam.. ^_^

    wa’alaykum salam…. makasih banyak ya tuk apresiasinya. semoga menjadi amalan baik untuk kita semua sebagai bekal di akherat kelak.

    Posted by astri | 06/02/2008, 03:15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: