//
you're reading...
Keep on Spirit!

Tulisan di Atas Pasir

Di pesisir sebuah pantai, keliatan dua anak lagi asyik main. Berlari sana-sini sambil ketawa-ketiwi-ketuwu. Tiba-tiba, mereka bertengkar. Dan salah seorang anak yang badannya lebih gede memukul wajah temannya. Anak yang dipukul langsung diam terpaku. Lalu, dengan mata berkaca-kaca, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir: “Hari ini temanku telah memukul aku!!!”

Teman yang badannya lebih besar jadi ngerasa bersalah. Tapi enggan minta maaf. Setelah saling diam, nggak lama kemudian mereka main bareng lagi. Pas asyik kejar-kejaran, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lobang perangkap untuk menangkap binatang “Aduh…. Tolong….Tolong!” ia berteriak minta tolong.

Temannya segera melongok ke dalam lobang dan berseru “Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu”. Segera anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak, “Teman, Aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan ku lemparkan ke kamu, tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang”. Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itupun berhasil dikeluarkan dari lubang. Phew! Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, “Terima kasih, sobat!”. Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu itu “Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku”.

Temannya yang diam-diam ngikutin dari belakang bertanya keheranan, “Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?” Anak yang di pukul itu menjawab, “aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak. Dan aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu itu pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sobat”.

Pren, Islam ngajarin kita untuk bersikap pemaaf. Seburuk apapun perlakuan temen kita, memberi maaf dan melupakan perbuatannya, jauh lebih baik dibanding menyimpannya dalam hati. Percaya deh, hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam, cuman makan hati. Sebaliknya, sekecil apapun perbuatan baik temen kita, wajib diabadikan. Sehingga kita bisa sangat menghargai pertemanan sekaligus bersyukur. Betapa sayangnya Allah yang udah ngasih temen-temen yang baik untuk kita. Keep on spirit!

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: