//
you're reading...
Surat Pembaca

Cinta Semu Berujung Maut

Berbicara cinta, tak lepas dari nafsu. Itu sudah menjadi tren masa kini. Kian hari, Valentine Days dijadikan sebagai ajang pelepasan syahwat atas nama cinta. Banyak sudah survey-survey yang dilakukan lembaga-lembaga sosial, baik skala nasional maupun internasional yang dapat menunjukkan buktinya.

Ternyata, cinta dalam tren Valentine membuat generasi muda kita terjerumus dalam budaya konsumtif. Bulan Februari ini, kalau bisa dari ujung rambut sampai ujung kaki nge-pink semua. Benar, segala sesuatu yang bernuansa Valentine wajib dimiliki kalau tidak mau dikatakan ketinggalan zaman.

Melirik kasus jatuhnya 11 korban dalam konser musik underground di Bandung (09/02/2008) lalu, menunjukkan betapa rapuhnya jati diri generasi muda bangsa ini yang harus merelakan nyawanya terenggut atau mengalami patah tulang karena berdesak-desakan dan terinjak-injak demi menyaksikan sang pujaan beraksi di atas pentas. Pengorbanan atas nama cinta. Nah, ini yang juga lagi tren. Berkorban untuk sang pujaan.

Sungguh tragis sekaligus sedih melihatnya. Cinta semu yang ada dalam mitos Valentine ini memaksa kita untuk menjadi pengekor budaya Barat yang jelas berbeda dengan adat ketimuran bangsa. Apalagi dengan jati diri kita sebagai kaum muslimin.

 

Tragedi konser maut atas nama cinta pada sang pujaan telah menodai makna cinta itu sendiri. Bahkan semua itu hanyalah cinta semu belaka. Seyogyanya, cinta itu adalah buah kasih sayang dalam bingkai yang diridhai oleh sang pemilik cinta sejati yakni Allah swt. Bukan cinta atas dasar nafsu duniawi semata. Apalagi sampai meneteskan darah tanda “till death do us part”, iiih syerem. Belum tentu juga dengan begitu kematian kita husnul khatimah. Jadi, mulai sekarang bukan hanya say no to drugs tapi juga kita harus siap say no to valentine, ok?!![]

Melani
Ibu Rumah Tangga
Jl. Raya Tajur Gg. Muara I Kel. Sindangrasa
Bogor Timur

 

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Valentine » Blog Archive » Cinta Semu Berujung Maut - 27/02/2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: