//
you're reading...
Buletin Bukamata

026. Sahabat Sejati Nempel Di hati

“Berikanlah perhatian kepada sahabatmu, karena mereka menjadi bekal kalian di dunia dan di akhirat. Tidakkah kalian mendengar tangisan manusia di dalam api neraka?”. (Ali bin Abi Thalib ra)

Lagu Arti Sahabat dari Nidji di atas melengkapi deretan lagu-lagu yang mengingatkan kita akan pentingnya arti sahabat. Seperti halnya lagu Sobat yang dilantunkan Fadli Padi, lagu-lagu bertemakan sahabat tak jarang bikin kita terharu-biru. Bukannya cengeng, cuman nggak bisa bayangin aja gimana rasanya kalo kita hidup tanpa kehadiran sahabat. Pastinya garing banget ya.

Sebagai makhluk sosial, udah dari sononya kita perlu sahabat. Minimal punya temen deh walaupun nggak deket-deket amat. Karena dengan memiliki sahabat, banyak yang bisa dipelajari untuk kebaikan diri dan hidup kita. Petinju legendaris, Muhammad Ali pernah bilang “Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan ini bukan soal apa yang anda pelajari di sekolah. Tetapi bila anda tidak pernah belajar makna persahabatan, anda benar-benar tidak belajar apa pun”. Makanya, jangan sampe kita cuman dapet having fun aja dari persahabatan yang kita bangun. Sayang kan?

Kisah Indah Persahabatan

Andrea hirata. Siapa yang nggak kenal dengan penulis novel Laskar Pelangi yang menjadi best seller-di Indonesia dan siap nongol di layar lebar. Novel tersebut berangkat dari rasa sayang dan rasa rindu yang mendalam dari penulis pada sahabat-sahabatnya di masa kecil yang tergabung dalam genk Laskar Pelangi. Berbagai kejadian dan pengalaman unik yang dialami bersama, menguatkan semangat hidup diantara mereka. Hasilnya, kisah indah Laskar Pelangi mampu menginspirasi jutaan pembacanya.

Kayanya, nggak cuman mas Andrea deh yang punya kisah indah persahabatan. Setiap orang pasti punya. Cuman nggak semuanya diekspos. Apalagi tertuang dalam rangkaian kata sebuah novel. Bisa jadi kamu juga pernah rasain gimana asyiknya punya sahabat dekat. Ketika suka, mereka ada disamping untuk mengingatkan biar nggak terlena. Dan ketika duka, mereka juga hadir untuk membesarkan hati kita. Kehadirannya membuat kita nyaman dalam segala situasi dan kondisi. Kepedulian dan pengorbanannya mampu menghembuskan semangat baru dalam hidup kita.

Walau kenyataannya, nggak semua kawan bisa kita kenali sampe dekat. Ada yang sekedar teman, ada juga yang udah sampe level sahabat dekat. Bukannya milih-milih, cuman biasanya hanya satu atau dua saja diantara teman kita yang punya arti lebih. Itulah sahabat sejati. Dengannya, kita nggak cuma tau identitas yang ada dalam tanda pengenal aja. Lebih dari itu, kita juga kenal apa aja hobinya, cita-citanya, warna kesukaannya, makanan favoritnya, kebiasaan baik-buruknya, keluarganya, termasuk rahasia pribadinya. Bahkan terkadang sampe punya ikatan batin yang kuat lho. Bisa ngerasain seperti apa yang dirasain sahabat sejati kita meski terpisah jarak. Pokoknya kamu dan dia udah ‘soulmate’ banget dech!

Nggak heran, kalo kisah indah persahabatan sejati selalu jadi tema menarik yang disuguhkan dalam dunia hiburan. Mulai dari musik hingga film. Ada Spongebob dan Patrick. Salim dan Samin temennya si Entong. Doraemon dan Nobita. Cinta and the gank dalam ’Ada Apa Dengan Cinta’. Atau Si Buta dari gua hantu dan Kliwon, sebangsa kera yang selalu nangkring di pundaknya. Tak jarang film-film itu bikin kita ngiler untuk punya sahabat sejati. Pengeeen…..

Berburu Sahabat Sejati

Mencari sahabat sejati, pastinya nggak kaya bikin mi instan tiga menit udah kecium aroma nikmatnya. Tapi perlu waktu dan kebersamaan yang lumayan panjang. Nggak cuman fisiknya aja yang kontak, tapi udah melibatkan perasaan dari hati yang paling dalem plus banyak kecocokan satu sama lain sehingga bisa saling melengkapi. Ini yang bikin betah tiap orang untuk terus menjalin persahabatan. Dan yang namanya sahabat sejati, nggak bisa dipukul rata. Beda orang, beda juga karakter sahabat sejatinya.

Temenan sama lawan jenis, biasanya banyak dilakonin sebagai langkah awal berburu sahabat sejati. Lantaran, kedekatan secara emosi lebih mudah terjalin dengan lawan jenis. Emang udah dari sononya kutub magnet yang berlawanan saling tarik-menarik. Apalagi kalo lawan mainnya eye catching. Udah deh, tadinya sih cuma temenan, tapi kok bermetamorfosis jadi demenan. Nah lho?

Boleh aja punya temen lawan jenis. Tapi kalo untuk dijadikan sahabat sejati, sebaiknya akad nikah dulu deh. Segitunya. Ya iyalah, soalnya kan temenan ama lawan jenis itu rawan terkena wabah virus merah jambu. Pepatah Jawa bilang, “witing tresno jalaran soko kulino” yang artinya rasa cinta tumbuh karena sering meeting alias ketemuan. Kondisi gini yang bisa memancing setan untuk ikut nimbrung dan menebarkan benih asmara before merit yang menggoda. Kalo udah gini, bisa-bisa banyak aturan gaul

Islam yang diterobos karena terjebak budaya TTM bin pacaran van gaul bebas. Bahaya kan?
Perburuan sahabat sejati juga menghadirkan kisah-kisah persahabatan manusia dengan robot. Seperti yang sering disajikan dalam komik jepang (anime). Para peneliti negeri matahari terbit meramalkan, manusia di masa depan bakal berkali-kali lipat lebih individualis, anti sosial, dan doyan kerja bin workaholic dibanding dengan manusia sekarang. Tuntutan kerja dan gaya hidup materialistik membawa mereka pada kehidupan yang jauh dari komunitas. Hari-harinya hanya ditemani kecanggihan teknologi yang menggantikan tenaga manusia. Walhasil, persahabatan antar manusia menjadi sesuatu yang langka. Iiih…serem banget ya??

Maka diciptakanlah robot-robot untuk menemani dan menghibur manusia. Robot-robot yang mirip manusia ini di ‘pelihara’ di dalam rumah dan diperlakukan seperti layaknya sahabat. Robot yang dalam dunia anime dijuluki Chobit ini jadi tempat minta bantuan atau tempat berbagi suka dan duka layaknya sahabat sejati. Selain robot, perburuan sahabat sejati juga sering melibatkan hewan seperti dalam film Lassie atau makhluk ghaib seperti dalam film Casper.

Di satu sisi, kehadiran chobit, Lassie, atau Casper mungkin bisa mengisi kekosongan tempat sahabat dalam diri kita. Tapi di sisi lain, tetep sahabat sejati dari golongan manusia yang paling utama. Karena sesama manusia dilarang saling mendahului, eh lebih bisa mengerti satu sama lain. Setuju?

Menjadi Sahabat Sejati

Kalo perburuan sahabat sejati kita hasilnya nihil, nggak usah bete. Kita bisa jadi sahabat sejati bagi orang lain. Apalagi sebagai seorang muslim, menjadi sahabat sejati bukan semata-mata pengen dihargai balik. Tapi bagian dari kewajiban kita sebagai umat terbaik. Bernilai ibadah pula. Nggak sulit kok. Berikut aturan mainya dalam Islam.

Pertama, Mencintai dan membenci karna Allah swt. Dalam Islam, persahabatan bukan untuk meraih manfaat atau simbol status sosial. Tapi untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah swt. Rasul saw bersabda:

“Tidaklah kedua orang saling mencintai karena Allah swt, kecuali bahwa dia lebih mencintai sahabatnya.” (Ihya ‘Ulumu al-Dîn).

Kedua, saling menghormati dan menghargai. Jalinan persahabatan nggak selalu mulus. Terkadang ada perbedaan pendapat atau perbuatan yang menyinggung. Sikap terbaik sebagai sahabat sejati, obrolin dan diskusikan dengan kepala dingin. Bukan mendendam atau ngomongin di belakang. Selain untuk mengurangi prasangka buruk, bagus juga untuk menambah kedekatan. Rasul saw mengingatkan, “

Jangan saling membenci, jangan saling memusuhi, dan jangan memutus hubungan. Jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara. Tidak diperbolehkan seorang Muslim memboikot sesamanya selama lebih dari tiga hari” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

Ketiga, menyembunyikan aib. Kalo kita tahu sahabat sejati berbuat nggak pantas bin tercela, jangan bingung apalagi malah ikut-ikutan dengan alasan solidaritas. Sahabat terbaik akan menjaga aib sodaranya alias nggak diobral ke orang lain. Dan nggak lupa untuk ngingetin juga agar nggak mengulangi perbuatan tercela itu. Rasul saw bersabda,

“Siapa saja yang menyembunyikan (aib) seorang muslim, maka Allah akan menyembunyikan (aibnya) di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba yang gemar menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Keempat, saling mengutamakan. Ada saatnya sahabat perlu uluran tangan kita. Baik waktu, tenaga, harta, atau masukan. Jadi jangan sungkan untuk menawarkan bantuan. Atau kita bisa ngasih hadiah untuk meringankan bebannya. Itulah yang diajarkan rasul saw.

“Tidaklah seorang menemani sahabatnya, meskipun hanya sesaat di siang hari, kecuali ia akan ditanya (tentang tanggung jawabnya) dalam persahabatan itu, apakah dia melaksanakan hak-hak Allah atau mengabaikannya.” (Ihya’ Ulumu al-Diin).

Keempat, saling mengingatkan. Sahabat sejati pastinya akan mengajak untuk berbuat taat, bukan maksiat. Saling menasihati untuk kebaikan dunia akhirat. Karena seorang sahabat sejati, nggak pengen temannya celaka atau dibenci Allah swt. Sama seperti dirinya. Jadi, jangan segan untuk saling mengingatkan dan menyampaikan kebenaran Islam meski terasa pahit.

Nah pren, semoga beberapa aturan main di atas bisa menjadikan kita sahabat sejati bagi orang lain. Atau nyari sahabat yang memenuhi kriteria di atas. Percaya deh, sahabat sejati pasti ngasih kebaikan bagi kita dunia akhirat. Karena pengaruh teman plus lingkungan sangat besar membentuk cara berpikir dan perilaku kita. Rasul saw mengingatkan,

“Orang itu mengikuti agama teman dekatnya; karena itu perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat”. (HR Tirmidzi).

Oh ya, dalam mencari sahabat sejati sebaiknya sesama jenis. Yang cewek bersahabat ama cewek, juga yang cowok ama cowok lagi. Bukan berarti anti lawan jenis lho. Boleh aja temenan ama lawan jenis selama ada keperluan yang mengharuskan adanya komunikasi dan interaksi. Seperti dalam mengenyam pendidikan, belanja di pasar, atau berobat ke dokter. Di luar itu, sebaiknya kembali ke alam masing-masing. Selain sesama jenis, muslim or muslimah lebih layak kita jadikan sahabat sejati. Allah swt berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. [QS. Ali-Imran [3]: 118]

Punya sahabat itu memang indah tiada tara. Lebih indah lagi kalo dia adalah sahabat sejati. Yang bisa ngasih semangat kita untuk tetep terikat dengan aturan syar’i dan bersama-sama meraih ridho Illahi. Dan kalo udah punya sahabat, jagalah jalinan persahabatan jangan sampe disia-siakan. Seperti dikatakan Umar bin Khaththab,

“menjumpai saudara-saudaramu akan menghapuskan segala kesedihan. Apabila Allah swt memberkahi kalian dengan hubungan yang erat dengan Muslim lainnya, maka peliharalah hubungan tersebut baik-baik”. Sahabat sejati, nempel di hati. Mari! [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

One thought on “026. Sahabat Sejati Nempel Di hati

  1. makasih banyak atas nasehatnya. aku jadi teringat sahabatku sekarang yang kukenal hanya lewat telpon dan sms aja. sulit bagiku untuk memutuskan persahabatku itu, begitu juga dengannya. aku memutuskan persahabatku itu karena takut aku jatuh cinta padanya, padahal jarak kita sangatlah jauh. awalnya aku sempat jatuh cinta padanya, tapi alhamdulillah perasaan itu sudah hilang, dan kami bersahabat seperti biasa. dia sering mengingatiku untuk bangun shalat malam, puasa sunnah, dan ibadah lainnya. aku bersyukur punya sahabat seperti dia, tapi aku juga takut kalau persahabtan kita tidak diridhoi Allah swt, karena bukan sesama jenis. tolong kasih pendapatnya ya???

    Posted by siti fatimah | 07/02/2009, 04:30

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: