//
you're reading...
Keep on Spirit!

Tukang Kayu dan Rumahnya

Seorang tukang kayu yang sudah lanjut usia tua pengen pensiun dari kerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi. Walau harus kehilangan penghasilan bulanan untuk menghidupi keluarganya, keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah, ingin beristirahat, dan menikmati sisa hari tuanya bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan ngerasa sedih harus kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Sebagai permintaan terakhir, pemilik perusaan itu minta dibuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu itu menyetujui permintaan pribadi majikannya dengan terpaksa karena udah pengen segera berhenti. Walhasil, kerjanya jadi setengah hati. Dengan perasaan malas dan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Udah gitu, ia juga pake bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah. Akhirnya beres juga rumah yang diminta walau kualitasnya kurang memuaskan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia ngasih sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu. Hadiah dari kami.”, katanya. Betapa kagetnya si tukang kayu. Rasa malu dan menyesal menghinggapi dirinya. Kalo saja ia tahu bahwa rumah yang dibangunnya itu untuk dirinya, pasti bakal dikerahkan segala daya upayanya untuk ngasih yang terbaik. Tapi apa mau dikata, kini ia mesti tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Pren, kaya gitulah gambaran kehidupan kita. Terkadang kita bingung, untuk apa apa hidup ini. Dalam kebingungan, kita lebih milih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik untuk mengisi hidup. Bahkan untuk urusan ibadah dan ketaatan kepada Allah swt pun kita anggap rutinitas. Pada akhir perjalanan kita dibuat kaget saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Allah swt berfirman:

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. (QS. Al-Mudatsir [74]: 38).

Karenanya, pastikan tujuan hidup kita untuk meraih ridho Allah swt seoptimal mungkin. Percantik perjalanan hidup kita dengan aturan hidup Islam. Karena nasib kita di akhirat nanti adalah proyek yang kita kerjakan sendiri selama di dunia mulai dari saat ini. Keep on spirit![]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: