//
you're reading...
Keep on Spirit!

Guru

Dulu, ketika kota Hirosima dan Nagasaki di Jepang luluh lantak dibom oleh tentara sekutu, Sang kaisar Hirohito langsung bertanya kepada pusat informasi. Beliau bukan mengkhawatirkan jumlah tentara, tank, pesawat tempur, kapal perang atau jumlah aset negara yang tersisa. Hirohito justru nanya, berapa jumlah guru yang masih hidup? Dia nggak takut Jepang bakal almarhum, kalo guru masih banyak yang hidup. Dan memang terbukti, dalam waktu singkat, Jepang sudah bangkit kembali dan menjadi salah satu raja teknologi dunia. Inilah arti filosofi yang dituturkan oleh Ho Chi Min (bapak pendidikan Vietnam), No teacher No education. No education, no economic and social development.(nggak ada guru, nggak ada pendidikan. Nggak ada pendidikan, nggak ada pembangungan ekonomi dan sosial).

Islam juga ngasih penghargaan lebih bagi seorang guru. Rasulullah saw. pernah ngasih penawaran bijak untuk para tawanan perang Badar. Beliau bilang, para tawanan itu bisa bebas sebagai status tawanan asalkan seorang tawanan telah mengajarkan 10 orang penduduk Madinah dalam baca-tulis. Tugas itu menjadi tebusan untuk kebebasan diri para tawanan itu.

Menurut Al-Badri (1990), Ad-Damsyiqy menceritakan suatu peristiwa dari Al-Wadliyah bin Atha’, yang mengatakan bahwa di kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar Ibnu Al Khathab, atas jerih-payah itu, memberikan gaji kepada mereka sebesar 15 dinar setiap bulan (satu dinar = 4,25 gram emas). Totalnya, 63,75 gram emas. Jadi, kalaulah dianggap satu gram emas harganya sekitar Rp70.000, berarti gaji guru pengajar anak-anak itu, lebih kurang Rp4.462.500. (Bandingkan dengan gaji guru sekarang!)

Pren, profesi guru emang nggak populer di tengah kita. Minimnya penghargaan bagi pahlawan tanpa tanda jasa itu terkadang bikin kita mikir gimana nasib anak-anak kita kelak kalo pemerintah masih ‘cuek’ dengan kehidupan tenaga pengajar. Padahal guru pegang peranan besar yang turut membentuk para pelaku kebangkitan dan dengan sendirinya guru juga ikut andil dalam mengantarkan bangsa ini menuju gerbang kebangkitan nasional. Karena itulah kenapa kita punya kewajiban untuk selalu menyampaikan kebenaran Islam. Agar kesejahteraan guru-guru pada masa Khalifah Umar bisa juga dirasakan guru-guru kita saat ini juga di masa yang akan datang. Guruku, semoga keberkahan Allah swt selalu menyertaimu…[]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: