//
you're reading...
Buletin Bukamata

033. Menggiring Bola Mendulang Fulus

“Berbahagialah orang yang tidak membuang waktu dengan percuma”. (Al-Ghazali)

Planet footbal nggak cuman dihuni oleh para pemain yang piawai memainkan si kulit bundar. Disana juga hadir bos-bos berkantong tebel yang juga terdaftar sebagai penduduk planet footbal. Meski nggak pernah unjuk gigi di lapangan rumput, tapi kehadiran mereka lumayan diperhitungkan lho dalam dunia sepakbola. Soalnya, mereka yang bikin planet footbal tetap menunjukkan tanda-tanda kehidupannya.

Sebut saja Roman Abramovich. Telinga kita emang nggak familier dengan bos yang satu ini. Tapi kalo udah ngomongin Chelsea, ingatan kita langsung melayang ke sebuah club populer di Premier Liga Inggris. Nah, Abramovich inilah sosok dibalik berbagai kesuksesan club berjuluk ’The Blues’ ini. Sementara di Italia, ada Silvio Berlusconi. Selain dikenal sebagai Perdana Menteri Italia, doi juga pernah menjabat presiden salah klub Liga Calcio berjuluk ’rosoneri’. Yup, Berlusconi lah yang membesarkan AC Milan sehingga sukses menggaet berbagai trophy kompetisi liga maupun event dunia. Championato!

Bola Bergulir Duit Mengalir

Dulu, sepakbola cuman kerjaan dua puluh dua orang yang berebut satu bola. Lucunya, ketika bola itu udah dapet, bukannya dibungkus terus dibawa pulang eh malah ditendang menjauh terus dikejar lagi. Keliatannya konyol, tapi justru itu yang bikin permainan bolak sepak ini menarik dan memikat setiap pasang mata yang menyaksikannya. Belum lagi tampang imut plus macho para pemainnya yang bikin fans cewek klepek-klepek. Nggak kuku!

Kini, daya tarik sepakbola semakin bertambah. Mulai dari kemeriahan pertandingan yang disiarkan secara live di layar kaca dan gratis pula. Aksi nonton bareng pertandingan big match. Antusias suporter beraksesoris tim idola sambil teriak-teriak dan ngangkat tangan bareng-bareng bikin mexican wave (gelombang meksiko). Gaya hidup glamour para pemain plus wife and girlfriend-nya (WAG). Perang urat syaraf antar pelatih. Atau bursa transfer antar pemain yang banjir duit. Yup, inilah sisi lain dunia bola sepak yang udah merambah dunia bisnis dan hiburan. Bukan cuman gol spektakuler yang dinanti, tapi juga aliran duit yang bikin luber pundi-pundi kocek pemain, pelatih, atau pemilik klub.

Majalah FourFourTwo mengeluarkan list pemilik klub terkaya dan juga pemain terkaya di seantero Britania. Untuk pemilik terkaya, tentu saja nama pemilik klub Chelsea Roman Abramovich masih tidak tergoyahkan dengan kekayaan 10,8 Miliar poundsterling (sekitar 194,4 Triliun Rupiah). Sedangkan untuk pemain dengan harta terbanyak, David Beckham yang kini merumput di LA Galaxy masih nomor satu dengan kekayaan 112 juta poundsterling (sekitar 2,016 Triliun Rupiah). (bolanova.com, 12/11/07).

Gak heran kalo gaya hidup mewah para pemain bola selalu menghiasi infotaintment dunia. Seperti koleksi mobil mewah model Porsche 911 Turbo, Aston Martin DB 7 Coupe, Jaguar XKR, BMW 450i Saloon, Mercedes Benz CLK 320, Lincoln Navigator, Ferrari 360, Modena Spyder, GMC Yukon 4×4, Bentley, Range Rover V8 Vogue, dan Mercedes Benz S 500 yang memadati garasi Beckham. Sensasi Wayne Rooney yang pernah ngasih kado ulang tahun berupa sebuah mobil Porsche seharga 67 ribu poundsterling (sekitar Rp. 1,2 miliar) pada kekasihnya, Coleen McLoughlin. Atau kegilaan sebagian pemain Liga Inggris yang hobi berjudi.
Selain pemain, klub-klub sepakbola juga untung segunung setiap tahunnya dan terus meningkat. Menurut catatan penasihat keuangan Delloitte, keuntungan klub-klub di Britania Raya pada tahun lalu mencapai 1,5 miliar poundsterling (Rp27,8 triliun). “Jumlah ini meningkat 13% dari keuntungan pada musim sebelumnya yang hanya sebesar 969 juta poundsterling (Rp18 triliun),”

Klub Inggris Manchester United menjadi klub dengan nilai kekayaan tertinggi di dunia tahun ini, menurut majalah Forbes. Tempat kedua diisi oleh klub raksasa Spanyol Real Madrid. “Setan Merah” diperkirakan memiliki aset sebesar 1,8 miliar dolar (906 juta pound atau sekitar Rp 16,6 triliun). Nilai tersebut terpaut cukup jauh dari Madrid yang memiliki kekayaan sekitar 1,285 miliar dolar (647 juta pound atau sekitar Rp 12 triliun). Atau Arsenal di posisi ketiga dengan nilai kekayaan sebesar 1,2 miliar dolar (604 juta pound atau sekitar Rp 11 triliun). Sementara Liverpool melengkapi dominasi Premiership di lima besar dengan menghuni posisi empat dengan kekayaan 1,05 miliar dolar (sekitar 529 juta pound atau sekitar Rp 9,6 triliun). (Detiksport.com, 02/05/08)

Makanya, klub-klub liga Inggris dikenal paling royal ngasih gaji para pemain dan pelatihnya. Pada musim 2006/2007 lalu, Portsmouth dan West Ham United membelanjakan 49% dan 41% anggarannya untuk membayar gaji pemain. Chelsea merupakan klub terbesar yang menggaji para pemainnya. Klub itu mengeluarkan dana total sebesar 132,8 juta poundsterling (Rp2,4 triliun). Delloitte memprediksikan Liga Inggris akan membukukan keuntungan sekitar 1,9 miliar poundsterling (Rp35,3 triliun) pada tahun ini. (Media Indonesia.com, 30/05/08)

Pren, besarnya minat mayoritas penduduk dunia terhadap sepakbola udah merubah olahraga rakyat ini menjadi sebuah industri yang bergelimang harta. Bikin ngiler para kapitalis untuk menanam modalnya di planet footbal. Bola bergulir, duit pun mengalir.

Industri Sepakbola, Nggak Ada Matinya!

Layaknya sebuah industri, tentu nggak kenal kata berhenti untuk terus berproduksi (kecuali kalo gulung tikar kali ya). Inilah yang terjadi pada sepakbola modern. Setiap detik, informasi seputar kehidupan dunia sepakbola digeber abis-abisan. Mulai dari bursa transfer pemain antar klub, persiapan tim-tim menjelang bergulirnya liga periode baru, termasuk serba-serbi hajatan Euro 2008 yang baru aja berakhir.

Setiap tahun hajatan kompetisi antar klub di masing-masing negara terus digelar. Ada Premiership League di Inggris, Liga Calcio di Itali, Bundesliga di Jerman, La Liga Spanyol, atau Superliga di dalam negeri. Semua tim berebut tiket kompetisi bergengsi antar klub lintas negara. Semisal Liga Champion, perebutan Piala UEFA, atau Piala Coupe del Ray. Dari kejuaraan antar klub inilah lahir pemain-pemain yang menjadi bagian dari produk industri sepakbola.

Di tingkat internasional, digelar juga kejuaraan antar negara. Seperti Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Asia, Piala Afrika, Piala Emas Concacaf, Copa America, atau Piala Oseania. Disinilah dipertaruhkan gengsi antar negara sebagai bentuk unjuk kekuatan hasil kompetisi dalam negaranya. Sehingga bisa mendongkrak kedudukannya di mata FIFA sebagai lembaga sepakbola internasional. Syukur-syukur bisa masuk daftar FIFA World Rangking Top Ten yang dirilis setiap tahun.

Semangat mendenyutkan nadi persepakbolaan dalam negeri juga dipicu oleh nilai materi yang dikucurkan pihak sponsor. Untuk menjaga kepercayan pihak sponsor, setiap tim berlomba menjaga kualitas pemain, pelatih, aset bangunan stadion, serta reputasi klub dan manajemen suporter.

Apalagi pasar judi internasional juga ikut ngeramein perputaran uang di planet footbal. Ronald Noble, sekretaris jenderal Interpol, mengatakan pertumbuhan bisnis judi sepa bola sangat luar biasa. Jika Las Vegas hanya menangani jumlah taruhan sebesar 92 juta dolar di setiap laga Super Bown, di Asia jumlah taruhan sepakbola mencapai 650 juta dolar AS. Semuanya berasal dari 272 organisasi judi ilegal. ‘’Keuntungan dari bisnis judi ini dipergunakan oleh sindikat kejahatan di Asia untuk memperluas aktivitasnya, mulai dari menyeludupkan obat bius, prostitusi, sampai penjualan manusia,’’ tutur Noble. (Goal.com, 13/06/08)

Nah pren, saking banyaknya pihak yang nyari duit lewat sepakbola bikin olahraga bola kaki ini nggak pernah berhenti. Dari level internasional atau nasional sampe yang tingkat kampung alias tarkam (tarikan kampung). Apalagi sekarang tren Futsal juga ikut menyedot perhatian dunia, terutama para bola mania. Parahnya, nggak cuman perhatian kita yang disedot. Tapi juga harta, waktu, tenaga, sampe emosi. Tekor-tekor dah!

Perhatian Kita, Hanya Untuk Islam!

Sepakbola udah jadi kiblat gaya hidup masyarakat dunia. Ini bisa dimaklumi kalo ngeliat kedahsyatan Premier League yang disiarkan kepada lebih dari 600 juta rumah dari 202 negara di seluruh dunia. Semua mata tertuju pada tim-tim idola mereka yang tengah berlaga di lapangan rumput. Semua emosi tertumpah dalam turnamen antar negara yang mempertaruhkan gengsi. Bela-belain nggak tidur demi nonton pertandingan yang disiarin dini hari. Mati-matian menunjukkan dukungannya pada tim kesayangan.
Nggak kecuali umat Islam yang menghuni sepertiga dunia. Banyak yang terhanyut dalam gemerlap kehidupan planet footbal. Akibatnya, lumayan fatal. Perhatian umat banyak tersita pada sepakbola dan melupakan permasalahan yang menimpa umat Islam. Padahal, perhatian kepada saudara sesama muslim bukan cuman bentuk solidaritas lho. Lebih dari itu, ini adalah kewajiban yang mesti kita tunjukkin sebagai seorang muslim.

Rasul saw bersabda yang diriwayatkan oleh al-Hakim:

“Barangsiapa (bangun) di pagi hari sementara perhatiannya selain kepada Allah, maka Allah akan berlepas diri dari orang itu. Dan barangsiapa (bangun) di pagi hari sementara tidak memperhatikan kepentingan/urusan kaum muslimin, maka tidak termasuk golongan mereka (kaum Muslimin).”

Ketika Ahmadiyah terang-terangan melecehkan al-Qur’an dan Nabi Muhammad saw, hajatan Euro 2008 lebih menarik untuk dilirik. Ketika umat Islam di Palestina, Irak, Iran, Uzbekistan, dan di tempat lain mendapatkan perlakuan diskriminatif, emosi kita lebih rela ditumpahkan untuk kesebelasan idola yang menelan kekalahan. Padahal hubungan sesama Muslim itu ibarat satu tubuh. Satu bagian sakit, bagian lain ikut juga ngerasain lho.

Kita bisa meneladani seorang wanita dari suku Bani Dinar yang Bapaknya, suaminya, dan saudaranya telah gugur sebagai syuhada di medan perang uhud. Tatkala wanita itu melihat pasukan kaum Muslimin kembali dari medan perang, ia segera menghampiri kemudian menanyakan keadaan Rasulullah. Mereka menjawab, “Baik, Alhamdulillah, seperti yang engkau kehendaki”. Ia berkata, “Perlihatkanlah kepadaku, sampai aku melihatnya”. Mereka berhenti di dekat wanita itu sampai Rasulullah mendekat. Tatkala wanita itu melihat Rasulullah, ia menghadapkan pandangannya kepada Beliau seraya berkata, “Musibah apapun yang menimpa selain Engkau adalah persoalan remeh belaka”.

Yup, nggak ada yang lebih layak kita kasih perhatian penuh selain kepentingan umat Islam. Nggak ada yang lebih pantas kita perjuangkan mati-matian selain perlawanan terhadap budaya dan pemikiran sekuler barat. Jangan sampai hipnotisme industri sepakbola yang terorganisir dan nggak ada matinya itu bikin kita terlena dan melupakan kepentingan umat Islam yang lebih utama. Apalagi sampe memicu fanatisme yang memecah belah umat dan mengikis semangat berdakwah. Jangan sampe deh! [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: