//
you're reading...
Buletin Bukamata

039. Karpet Merah Untuk Bulan Berkah

“Dunia itu bangkai. Jika seseorang menginginkannya, hendaklah ia sabar bergaul dengan anjing-anjing”. (Ali bin Abi Thalib)

Dalam hitungan hari, kita bakal berjumpa lagi dengan bulan suci ramadhan. Bulan mulia yang ‘memaksa’ sebagian besar umat Islam untuk inget akherat. Soalnya di bulan-bulan laen, banyak dari kita yang pura-pura lupa dengan surga atau neraka. Asyik aja berlomba-lomba mengejar kenikmatan dunia. Boro-boro inget ama pahala dan dosa. Kita bukannya nuduh atau sok tahu. Cuman kaya gitu kondisinya kalo hidup dalam dunia kapitalis sekuler. Makanya beruntung banget kita masih bisa ketemuan lagi dengan bulan puasa ini. Jadi masih dikasih kesempatan untuk tobat. Baik ya.

Nggak salah kalo kita manfaatkan Ramadhan sebagai ajang untuk bertobat. Atau minimal menggenjot kesadaran kita tentang akherat. Lantaran di bulan suci, geliat Islam menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Di dunia nyata, dunia maya, juga dalam dunia layar kaca. Segala hal yang berbau gaya hidup hedonis kudu rela di karantina. Mulai dari tayangan yang mengumbar aurat sampe hiburan malam di klub dan diskotik. Demi menghormati bulan mulia dan kita-kita yang setengah hidup berpuasa. Betul?

Obral Pahala Euy!

Ini bukan bohongan lho. Kalo bulan Ramadhan selalu dinanti kehadirannya. Karena di bulan ini kita punya kesempatan guede banget untuk mendongkrak tabungan pahala kita. Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A.

“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

“Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: ‘Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini.’ Rasul yang mulia menjawab, ‘Ya Abul Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”

“Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini.

“Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat.

“Barang siapa yang menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murkanya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa dengan-Nya, dan barang siapa yang menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barang siapa yang memutuskan silaturahmi di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya.

“Siapa yang melakukan salat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti 70 salat fardu di bulan yang lain. “Barang siapa yang memperbanyak salawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa yang pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran di bulan-bulan yang lain.“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkan-nya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rab-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.

Tuh pren, bener pan apa yang kita bilang. Banyak banget amal kebaikan yang berbuah pahala berlipat di bulan ramadhan. Makanya sayang kalo kita cuman bengang-bengong nunggu bedug magrib dipukul. Meskipun tidurnya orang puasa berpahala, tetep aja masih lebih baik ikut kajian Islam, tilawah qur’an, atau menebar infak di jalanan. Jadi, jangan biarkan ramadhan cuman berakhir di pelaminan, eh tempat tidur. Rugi!

Obral Nuansa Religi

Keistimewaan bulan ramadhan nggak cuman dirasakan oleh orang-orang yang berburu pahala. Tapi juga oleh mereka yang punya naluri bisnis. Perlahan-lahan pernak-pernik ramadhan mulai pada nongol di pasaran. Terutama penganan khas ramadhan paling banyak menyedot perhatian.

Gimana nggak, setelah seharian penuh menahan haus dan lapar, saat berbuka kudu ada hidangan istimewa. Mulai dari es buah segar, mie gelosor, bakwan goreng anget, plus sambel kacang yang pedasnya nendang. Pastinya air liur nggak berhenti menetes. Itu baru yang ada di dalem rumah. Di luar rumah, beraneka cemilan pelengkap buka puasa dijajakan dengan menggoda. Belon lagi makanan yang diulas dalam acara kuliner. Hmm… lidah serasa di manja bo!

Di layar kaca, dari sahur sampe sahur lagi tak lepas dari nuansa religi yang diobral. Sepertiga malam terakhir dipadati acara komedi yang dipaksa islami tapi minim edukasi tuk nemenin sahur. Seharian, para pembaca berita maupun presenter acara wanita nggak pernah ketinggalan busana muslimahnya. Sinetron pun dihiasi perilaku takwa para pemainnya. Di sore hari, tausyiah penyejuk hati hadir melengkapi penantian waktu berbuka. Dan dari semua tayangan ramadhan yang spektakuler, cuman bedug maghrib yang jadi idola pemirsa.

Aroma religi di bulan ramadhan juga tercium dalam rangkaian kegiatan rohani yang digelar sekolah, organisasi, atau di tempat kerja. Liburan ramadhan dan waktu KBM yang dipersingkat banyak dimanfaatkan pihak sekolah untuk ngadain acara-acara islami yang full edukasi. Ada bazaar buku-buku Islam, pesantren kilat, pelatihan kepemimpinan Islam, atau berbagai kajian Islam yang mengupas tema-tema aktual dan menarik. Gencarnya kegiatan Islam semakin ngasih nilai lebih pada bulan mulia ini.

Persiapan Menjelang Ramadhan

Pren, ramadhan udah di depan mata. Layaknya menyambut sang pujaan hati, tak ada salahnya kita persiapkan diri. Agar ramadhan kali ini lebih berarti. Biar kamu nggak bingung tanya sana-sini, berikut beberapa tips dari kami. Monggo!

Pertama, murnikan niat. Setiap amal ibadah, nggak akan punya nilai kalo ada noda dalam keiklhasan kita. Makanya hati-hati kalo dorongan kita berpuasa karena temen-temen juga puasa atau iming-iming door prize dari ortu di akhir ramadhan. Padahal hanya yang berpuasa karena Allah swt saja yang dijanjikan pengampunan dosa. Rasul saw bersabda:

Barangsiapa shaum Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang sekarang ( HR.Bukhary Muslim).

Kedua, sisihkan harta. Selagi masih dikasih uang jajan, bagus banget kalo kita sisihkan untuk ramadhan ntar. Eit, jangan salah sangka ya. Uang simpanan itu bukan untuk berburu kuliner ramadhan. Tapi untuk dilipatgandakan nilainya di hadapan Allah swt. Diantaranya dengan menyediakan ifthar alias makanan berbuka bagi yang berpuasa. Rasul saw bersabda:

“Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain.  Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)

Ketiga, jaga lisan dan perilaku kita. Kamu pasti bisa kalo cuman menahan lapar dan haus selama kurang lebih empat belas jam. Tapi jangan lupa kalo puasa juga mengharuskan kita untuk menahan hawa nafsu dalam perkataan maupun perbuatan. Terkadang puasa sih iya, tapi gosip jalan terus. Gaul bebas tanpa hambatan. Padahal gara-gara hawa nafsu itu, kita akan kehilangan pahala puasa kita. Rasul saw bersabda:

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR Ahmad)

Keempat, mengkaji Islam. Amal tanpa ilmu, la ya mutu alias nggak bermutu. Ilmu tanpa amal, cuman nyampe teori belaka. Dalam Islam, setiap amal kudu dibarengi ilmu dan setiap ilmu kudu diamalkan. Makanya, kita kudu punya ilmunya biar amalan di bulan ramadhan bener-bener berbuah tiket surga di akherat kelak. Disinilah pentingnya kita ikut kajian Islam.

Terakhir, sebelum menginjakkan kaki kita di bulan Ramadhan, ada baiknya membersihkan hati kita dengan meminta maaf. Seperti yang disampaikan rasul dalam khutbahnya dalam suatu Sholat Jum’at di bulan Sya’ban. Beliau mengatakan Aamin sampai tiga kali. Para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Aamin,  terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Aamin. Tapi para sahabat bingung,  kenapa Rasullullah berkata Aamin sampai tiga kali.  Ketika selesai sholat jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah,  kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berhotbah, datanglah Malaikat Zibril dan berbisik, hai Rasullullah aamin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Zibril itu adalah sbb: “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami istri; Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.”

Oke deh pren, semoga beberapa tips bermanfaat menjelang Ramadhan tiba. Pahala yang berlimpah, makanan khas puasa yang menggoda, tayangan religi di layar kaca, hingga kegiatan rohani yang merajalela jadi alasan kuat bagi kita untuk menyambut kehadiran bulan mulia dengan sukacita. Masa iya sih masih ngeyel dengan gaya hidup sekuler yang steril dari aturan hidup Islam. Mendingan kita benahi diri, raih ridho Illahi, demi kehidupan akhirat yang abadi. Jangan sampe ketinggalan! [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

One thought on “039. Karpet Merah Untuk Bulan Berkah

  1. terima kasih sharing info/ilmunya…
    saya membuat tulisan tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”
    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

    Posted by faisol | 28/08/2008, 04:49

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: