//
you're reading...
Buletin Bukamata

045. Mimpi adalah Kunci

 “Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pegunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu” (Ali bin Abi Thalib)

Bagai mimpi di siang bolong. Itu kata pepatah yang artinya suatu hil yang mustahal, eh hal yang mustahil. Tapi kalo mimpi di laskar pelangi, itu bukan pepatah. Bukan juga sesuatu yang mustahil. Karena potret mimpi anak-anak Pulau Belitong itu berhasil diwujudkan. Semangat perjuangan mereka yang coba digambarkan Riri Riza di atas layar lebar. Hasilnya, penggalan kisah masa kecil Andrea ‘Ikal’ Hirata mampu menginspirasi banyak orang untuk berubah ke arah yang lebih baik. Nggak cuman penikmat novelnya lho.

Film yang menghabiskan dana 8 Milyar Rupiah ini cukup sukses menyajikan potret buram dunia pendidikan kita dengan ‘ramah’. Bangunan reyot SD Muhamadiyah tempat gank laskar pelangi mengenyam pendidikan seolah mewakili keprihatinan kondisi ‘teman-temannya’. Minimnya kesejahteraan tenaga pengajar pun tergambar jelas dalam sosok Bu Mus, Guru semua mata pelajaran yang hanya diupah dengan beras 15 Kg setiap bulannya. Ngenes ya?

The Power of Dream

Bicara soal mimpi, kamus online wikipedia Indonesia menjelaskan kalo mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra-indra lain dalam tidur. Yaps, arti mimpi emang nggak lebih dari sekedar bunga tidur. Pas kita bangun, otomatis mimpi-mimpi itu buyar seketika. Namanya juga cumi, cuma mimpi…

Selain dalam tidur, mimpi juga bisa hadir saat kita terbangun. Itu yang dikenal dengan impian atau cita-cita. Inget gak, sewaktu kecil kita sering ditanya ama guru atau temen ortu apa cita-citanya kalo sudah besar nanti. Dan dengan bangga kita jawab, kalo udah besar nanti pengen jadi dokter, polisi, guru, pemain bola, atau yang lainnya. Kayanya keren kalo bisa mencapai cita-cita itu. Meski setinggi langit dan perlu waktu yang nggak sebentar untuk meraihnya, kayanya pede aja. Saat itulah lahir kekuatan impian.

Konon kabarnya, kekuatan impian ini lebih dahsyat dibanding bunga tidur. Nggak cuman menginspirasi untuk berubah ke arah positif tapi juga mampu menggerakkan kaki, tangan, dan semua organ tubuh kita untuk meraihnya. Bahkan kekuatan impian itu juga bisa memaksa pikiran untuk fokus dalam setiap kegiatan yang kita kerjakan demi mewujudkan impian.

Kekuatan impian itulah yang memaksa Lintang, bocah melarat asal pesisir, untuk mengayuh sepedanya pergi pulang menelusuri jalan kerikil berbatu merah sejauh empat puluh kilometer setiap pagi agar bisa belajar di SD Muhamadiyah. Kekuatan impian itu juga yang melecut semangat Lintang dkk sehingga berhasil menjuarai lomba cerdas-cermat dengan mengalahkan sekolah PN yang notabene dihuni oleh orang-orang kaya dan fasilitas lengkap. Sementara SD Muhammadiyah cuman gubuk reyot yang bisa roboh sewaktu-waktu kalo ada lalat nemplok di gentengnya. Itulah kekuatan mimpi ala film laskar pelangi yang menyedot perhatian 2,4 juta pasang mata pada hari ke-24 sejak peluncurannya.

Kekuatan impian gak cuman hasil rekayasa sutradara lho. Di dunia nyata, banyak kisah-kisah ‘ajaib’ yang mewakili kekuatan sebuah impian. Seperti yang terjadi pada Soichiro Honda. Anak miskin asal negeri matahari terbit yang sukses membangun perusahaan kendaraan Honda. Atau Thomas alfa Edison. Anak ‘nakal’ yang nggak diterima di sekolah formal namun berhasil menorehkan sejarah sebagai penemu lampu pijar. Kekuatan impian kamu juga bisa mengukir kisah ajaib seperti mereka. Makaya buruan. Titilah langkah untuk meraihnya. Jangan tunggu besok!

Mengenal Kaidah Kausalitas

Soichiro Honda bukan berasal dari keluarga konglomerat. Bukan juga keturunan juragan angkot atau bos ojeg. Dia cuman lahir dan besar di tengah keprihatinan keluarga miskin. Ayahnya hanya seorang pandai besi. Di sekolah pun prestasinya biasa aja. Malah doi suka bolos dan nggak doyan baca (Kalo yang ini jangan ditiru ya). Ketertarikannya pada mesin memaksa dia untuk betah melototin cara kerja mesin penggiling padi, nonton pesawat terbang, sampe buka-buka lembaran majalah otomotif. Dia sempet kerja di bengkel sebagai tukang bersih-bersih dan pengasuh bayi sebelum jadi montir. Usia 12 tahun dia sukses bikin sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampe akhirnya mendirikan perusahaan Honda Motor Company dengan filosofi yang cukup populer. “The Power of The Dream”

Dunia mengenal Thomas Alfa Edison sebagai penemu lampu pijar. Padahal waktu kecil, doi termasuk anak yang lemot alias lemah otak lho. Sampe-sampe cuman sekolah tingkat dasar selama 3 bulan. Dan parahnya, nggak ada yang mau nerima dia sebagai siswa. Dengan gigih, ibunya yang pernah jadi guru mendidik Thomas di rumah. Siapa sangka, home schooling alias sekolah di rumah justru mendongkrak intelektualnya. Thomas jadi maniak baca. Semua buku dari ekonomi sampe teknologi dilahapnya setiap hari. Usia 12 tahun dia jadi penjual koran asongan di gerbong kereta biar bisa baca gratisan. Usia 15 tahun bikin koran sendiri. Ditulis sendiri, dicetak sendiri, dan dijual sendiri. Hasilnya dia kumpulin untuk bikin sebuah laboratorim pribadi yang menghabiskan dua pertiga waktu hidupnya. Sampe akhirnya berhasil menemukan bahan yang cocok untuk menyalakan lampu bohlam setelah percobaannya yang ke 9.999 kali!

Pren, kisah hidup Soichiro Honda dan Thomas Alfa Edison adalah contoh nyata adanya kaidah kausalitas alias hubungan sebab akibat dalam hidup kita. Yaps, karena ada sebab pasti akan lahir akibat. Air yang dimasak terus mendidih disebabkan oleh panas dari api kompor. Panen padi yang berlimpah disebabkan oleh kerja keras dan disiplin Pak Tani dalam membajak sawah, menanam benih, menebar pupuk, sampe mengusir hama padi. Temen kita yang bodoh bukan karena kutukan. Tapi bisa jadi lahir dari kebiasaanya yang malas belajar, ogah baca buku, hobi nyontek, atau tukang bolos.

Diantara sebab dan akibat itu ada yang namanya proses. Soichiro Honda nggak langsung jago bikin mesin motor atau mobil. Tapi dia ngerjain sesuatu yang bisa mengenalkan dia dengan permesinan. Seperti kerja di bengkel, jadi montir, atau baca majalah otomotif. Thomas Alfa Edison juga bukan tukang sulap yang bisa nyalain lampu bohlam hanya dengan ucapan ‘Abrakadabra’! Tapi dia mengkondisikan dirinya untuk lebih dekat dengan sains dan teknologi. Mulai dari ngemil buku-buku ilmiah sampe bikin laboratorium percobaan sendiri. Air yang dimasak pun nggak langsung mendidih. Tapi perlu waktu bagi panas api untuk menaikkan suhu air sampe melewati titik didihnya.

Masalahnya, kita suka nggak sabaran kalo disuruh ngejalanin proses. Pengennya langsung jadi aja. Padahal semua kan butuh proses. Kalo kita punya impian yang pengen banget kita raih, kita kudu rela berkorban waktu, tenaga, harta, sampe pikiran saat menjalani prosesnya. Kaya mau bangun rumah. Kita kudu rela merogoh kocek dalem-dalem untuk beli bahan bangunan. Kita mesti ikhlas ngangkat semen atau ngangkut pasir pas bikin pondasi. Kita wajib ridho memeras otak biar rumah yang kita bangun sesuai dengan keinginan. Untuk itu, kita harus sabar menanti setiap detik yang dilalui saat menjalani proses. Jalanin aja dan nikmati!

Mulai dari Sekarang Yuk!

Pren, kalo kamu punya impian positif yang pengen diraih, jagain deh mimpi itu jangan sampe buyar. Kecuali kalo kamu nggak punya niat untuk meraihnya. Ya udah bubarin aja. Daripada nambah-nambah pikiran. Tapi, kalo mau diseriusin, ayo mulai langkah pertama untuk berproses. Meski kamu udah bangun dari tidur nyenyak, biarin aja tuh mimpi tetep mangkal di kepala kita. Nggak rugi kok.

Kita nggak usah minder dengan tingginya impian yang pengen kita capai. Biar kata impian itu digantung di lapis langit ke tujuh, jangan risau. Toh nggak ada razia dari gatotkaca atau sun go kong yang bakal ngelepasin gantungan cita-cita kita kan. Yang penting sekarang, jangan tunggu situasi dan kondisi berpihak pada kita untuk memulai langkah dalam berproses. Karena kita yang bakal jadi aktor utama dalam perubahan yang terjadi pada diri sendiri. Bukan orang lain. Allah swt berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’du [13]: 11)

Untuk membantu mewujudkan impian, langkah pertama yang mesti kita perhatiin adalah bentuk impian itu sendiri kudu jelas dan spesifik. Kalo perlu, tulis di selembar kertas dan gambarkan sedetail mungkin. Untuk ngingetin kita. Persis kaya kita mau pergi ke suatu tempat, Jakarta misalnya. Bagus kalo kita punya denahnya. Lebih rinci lebih bagus. Biar nggak muter-muter ngabisin duit dan waktu. Betul?

Kalo udah kebayang, tinggal kita bikin deh coret-coretan kegiatan apa aja yang bakal dijalanin untuk meraih impian. Kalo bermimpi dapet beasiswa kuliah di luar negeri, berarti kudu mulai mengukir prestasi. Untuk berprestasi berarti kudu banyak belajar, baca buku, cari info peluang beasiswa, diskusi ama temen yang dapet beasiswa, plus melatih kemampuan bahasa Inggris. Ini hanya contoh lho. Nanti sesuaikan aja dengan mimpi-mimpi kamu. Yang penting, inget-inget hubungan sebab akibat.

Perlu kesabaran ekstra untuk jalanin proses. Soalnya nggak selalu mulus. Malah cenderung berliku dan ditaburi kerikil tajam. Tapi nggak usah khawatir. Allah swt pasti bakal ngasih jalan keluar untuk setiap kesulitan yang kita hadapi. Apalagi kalo kesulitan itu hadir ditengah usaha kita meraih impian yang mulia. Impian yang ngasih kebaikan nggak cuman untuk diri sendiri, tapi juga untuk Islam dan kaum Muslimin. Rasulullah bersabda, Allah berfirman:

“Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu. Aku bersamanya bila dia ingat Aku, bila dia mengingatKu dalam dirinya Aku mengingatnya dalam diriKu, bila dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka, bila dia mendekat kepadaKu sejengkal Aku mendekat kepadanya sehasta, bila ia mendekat kepadaKu sehasta Aku mendekat kepadanya sedepa, bila dia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Al-Bukhari 5/175 dan Muslim 4/2061)

At least, satu lagi yang juga perlu kita inget. Jangan sampai kita menghalalkan segala cara untuk meraih impian. Karena itu akan merusak kemuliaan impian kita. Oke deh pren, saatnya kita wujudkan mimpi-mimpi positif kita. Nggak pake lama untuk memulai proses. Nggak nunggu juga dunia berpihak pada kita. Siapa pun kita, apa pun status sosial kita, punya hak yang sama untuk meraih impian. Jadikanlan mimpi-mimpi positif kita sebagai jalan untuk meraih ridho Allah swt. Karena disanalah letak kemuliaan mimpi yang menjadi kunci pembuka pintu kebaikan dunia akhirat bagi kita. Yakinlah bahwa mimpi, cita-cita, dan harapan kita akan datang menghampiri. Seperti kisah Laskar Pelangi yang tak akan mati. Selamanya….. [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

One thought on “045. Mimpi adalah Kunci

  1. Sering kali kita mengejar MIMPI

    Seolah – olah impian itu adalah TARGET

    Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR

    Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI

    Hidup adalah untuk IBADAH

    Ibadah itu bukanlah BERMIMPI

    Karena ibadah adalah hidup HARI INI

    Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI

    Masa depan adalah MISTERI

    Masa lalu adalah HISTORI

    Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN

    MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

    http://fusion-kandagalante.blogspot.com

    Posted by kandagalantes | 11/12/2008, 02:52

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: