//
you're reading...
Keep on Spirit!

Keikhlasan seorang Pahlawan

Berkata Hasan bin Rabi’ ketika mengomentari jihadnya Abdullah bin Mubarak. “Seorang penunggang kuda yang menggunakan tudung pada mulut dan hidungnya melesat keluar dari sepasukan tentara kaum Muslimin, seraya membunuh penunggang kuda dari pihak musuh yang sebelumnya mengguncangkan barisan kaum Muslimin. Demi melihatnya, bertakbirlah seluruh kaum Muslimin, lalu orang itu masuk kembali ke tengah-tengah gemuruhnya barisan tanpa seorang pun mengetahuinya.

Tetapi aku mengikutinya sehingga aku bisa memintanya secara ikhlas untuk membuka tudungnya agar aku dapat mengenalnya. Maka aku katakan, ‘Mengapa engkau sembunyikan dirimu atas kemenangan besar yang dimudahkan Allah melalui tanganmu?’ Beliau menjawab, ‘Karena Dia yang menjadi tujuan perbuatanku mustahil tidak mengetahuiya’.

Ibnu Qutaibah, dalam bukunya ‘Uyuumul Akhbar, menceritakan “Pasukan yang dipimpin Maslamah bin Abdul Malik mengepung sebuah benteng pertahanan. Pada dinding benteng itu terdapat sebuah lobang. Orang-orang berebut memasuki lobang tersebut, tetapi ternyata tidak seorang pun yang dapat melakukannya. Tiba-tiba muncullah seorang yang tidak dikenal dari tengah-tengah pasukan dan berhasil memasuki lobat tersebut. Dan atas izin Allah bentng itu dapat dikuasai kaum Muslimin.

Setengah berteriak Maslamah memanggil, ‘Siapa tadi yang berhasil memasuki lobang?’ Namun tidak seorangpun menghampirinya. Maka Maslamah pun berseru, ‘Baiklah, aku telah memerintahkan pengawal untuk mengantarkannya kepadaku kapan saja ia datang’. Tiba-tiba datanglah seseorang menghadap pengawal, seraya berkata, ‘Ijinkan aku menemui panglima’. Pengawal itu bertanya, ‘Engkaukah orang yang berhasil memasuki lobang?’ Orang itu menjawab, ‘Aku akan memberitahukannya’. Segera sang pengawal melaporkannya kepada panglima Maslamah. Panglima pun mengijinkan masuk.

Kemudian dia berkata kepada panglima Maslamah, ‘Sesungguhnya orang yang memasuki meminta tiga hal: pertama, janganlah kalian menyanjung-nyanjung namanya dengan menyebut-nyebut namanya dalam surat kepada Khalifah. Kedua, janganlah kalian memerintahkan siapapun untuk memberinya hadiah-hadiah. Ketiga, janganlah kalian kalian menanyainya tentang asalnya dari qabilah mana. Maslamah berkata, ‘Ya, aku kabulkan permintaannya’.

Dengan sekonyong-konyong orang itu berkata, ‘Sayalah orangnya’. Setelah peristiwa itu Maslalah setiap kali bedo’a, tidak  ketinggalan berkata, ‘Ya Allah jadikanlah aku bersama orang yang berhasil memasuki lobang”.

Pren, pepatah bilang bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai pahlawannya. Namun, apalah arti penghargaan dari negara atau pengakuan dari manusia kalo tujuan dari ‘aksi heroik’ seorang pahlawan itu ditujukan untuk mendapatkan ridho Allah swt. So, jadilah pahlawan seperti Abdullah bin Mubarak atau ‘orang yang berhasil memasuki lobang’. Keep on spirit![]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: