//
you're reading...
Keep on Spirit!

Berani memulai

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

“Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Pren, keraguan yang dialami jam di atas sering kali hadir di hati kita. Terutama ketika kita diminta untuk selalu taat dengan aturan-Nya dalam keseharian. Sebenernya bukan diminta sih, tapi emang udah kewajiban kita sebagai muslim untuk mentaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dalam benak kita, kayanya berat banget kalo harus ngotot dengan idealisme Islam di jaman sekuler kaya sekarang. Apalagi kalo harus ngasih sebagian waktu, tenaga, pikiran, dan harta kita untuk dakwah Islam dan mikirin kebaikan orang lain seperti yang dilakukan Rasulullah saw dan para shahabat. Waduh…. kayanya jauh banget deh untuk bisa seperti mereka.

Padahal, Allah swt nggak pernah ngasih kewajiban yang nggak sangup kita pikul. Firman-Nya:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Bâqarah [2]: 286)

Itu berarti kita pasti bisa meneladani Rasul dan para shahabat meski lingkungan sekitar kita steril dari nilai-nilai Islam. Yang penting, kita berani memulainya dengan mengenal Islam lebih dalam biar tumbuh kesadaran kita akan kebesaran Allah swt. Zat yang memberi kita segala kenikmatan rizki di dunia. Zat yang menghidupkan dan mematikan. Dengan begitu, kita tambah yakin kalo menjadi muslim sejati nggak bikin rizki kita seret atau ajal kita deket. Keep on spirit![]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: