//
you're reading...
Buletin Bukamata

051. Palestina, Negeri Kita Juga Lho!

image Andai jasad ini memang diciptakan untuk mati, bukankah mati di jalan Allah lebih mulia? (Hasan bin Ali bin Abi Thalib)

“Musik tahun baru kami adalah deru suara pesawat tempur Israel, kembang api tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misir-misil Israel”.

Pren, itulah gambaran yang disampaikan Raid Samir, seorang pemuda Gaza tentang kondisi di jalur Gaza pasca agresi militer Israel 27 Desember lalu. Kebayang nggak sih, ketika banyak dari kita terhanyut dalam semarak perayaan tahun baru, Muslim Palestina tengah meregang nyawa. Ketika banyak dari kita sibuk mencari tempat hang out untuk menantikan detik-detik pergantian tahun, Muslim Palestina tengah menunggu detik-detik kematian mereka. Tak ada tempat untuk sembunyi dari kejaran senjata uranium dan fospor putih mematikan yang dimuntahkan jet-jet tempur Israel di setiap bagian wilayah.

Sampe tulisan ini dibuat, jumlah korban tewas saudara kita di Palestina lebih dari 670 jiwa dan korban luka-luka lebih dari 2000 orang. Kebanyakan korban adalah warga sipil wanita dan anak-anak. Jet-jet tempur F16 buatan Amerika dengan seenaknya menghujani tempat-tempat umum dengan rudal. Akibatnya, mesjid, rumah penduduk, tempat pengungsian, sampe rumah sakit anak pun rata dengan tanah. Bahkan mobil tim medis, kendaraan bantuan logistik, sekolah yang didirikan PBB, maupun jurnalis yang bukan sasaran tembak pun tak luput dari amukan misil-misil Israel. Kebangetan deh tuh orang. Eits, orang bukan ya yang tega ‘membantai’ penduduk Palestina yang tak berdaya?

Sejarah Palestina = Sejarah Islam

Riwayat negeri Palestina sangat erat kaitannya dengan perjalanan sejarah Islam dan kaum Muslimin. Di dalamnya terdapat Masjid al-Aqsha yang merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum Allah Swt. memerintahkan hambaNya untuk menghadap kiblat ke dua (Ka’bah al-Musyarrafah), 16 bulan setelah peristiwa hijrah. Masjid al-Aqsha juga menjadi tempat ‘transit’ Nabi Muhammad saw. menuju Sidratul Muntaha dalam peristiwa Isra Mi’raj.

Palestina berada di bawah kekuasaan Islam saat Umar bin Khathab ra berhasil menaklukkannya pada tahun 15 H dan menerima (kunci)-nya dari Uskup Agung Saphranius. Mereka menyepakati perjanjian masyhur, yaitu perjanjian Umariyah, yang di antara isinya (atas permintaan orang Nasrani yang tinggal di sana) adalah: “Tidak boleh satu orang Yahudi pun untuk tinggal di daerah Palestina”. Catet tuh!

Pada masa pemerintahan khilafah Abdul Hamid, kaum Yahudi yang nggak punya tempat tinggal (idih, kayak gelandangan aja…) berusaha menjadikan Palestina sebagai tempat mukimnya. Dengan bantuan Inggris, mereka berupaya memicu timbulnya krisis keuangan di Negara Khilafah Ustmaniyah. Lalu Hertzl, pemimpin senior Yahudi saat itu (1901 M), menawarkan sejumlah uang kepada Khalifah untuk memulihkan ekonomi Daulah Khilafah. Tapi dengan syarat, kaum Yahudi dibolehkan tinggal di Palestina.

Namun, Khalifah Abdul Hamid dengan tegas menolak tawaran Hertz. Beliau menjawab: “Sungguh aku tidak bisa melepaskan bumi Palestina walau hanya sejengkal. Bumi itu bukan milikku, melainkan milik umat Islam. Bangsaku telah berjihad dalam mempertahankan bumi tersebut dan telah menyiraminya dengan darah-darah mereka. Lalu Yahudi itu meminta untuk orang-orang mereka, dan jika negara Khilafah suatu hari hancur, maka sungguh mereka pada saat itu akan dapat mengambil Palestina secara cuma-cuma. Namun, selama aku masih hidup, tertanamnya pisau bedah pada tubuhku lebih ringan bagiku daripada menyaksikan Palestina terlepas dari Negara Khilafah, dan hal itu tidak akan pernah terjadi. Sungguh aku tidak akan setuju untuk mencabik-cabik tubuh kita sendiri, padahal kita masih hidup.”

Pada tahun 1917 (menjelang runtuhnya Khilafah Utsmaniyah) dalam perang dunia I, Inggris berhasil menduduki Palestina. Lalu Inggris menetapkan sebuah Perjanjian Balfour. Isinya, Inggris menjanjikan kepada Yahudi untuk dapat menduduki Palestina dan mendirikan negara bagi mereka di sana.

Usai perang dunia II, PBB seolah mengamini rencana Inggris dengan mengeluarkan resolusi No. 181 tanggal 29/10/1947. Isi resolusi itu, menetapkan pembagian daerah Palestina menjadi dua, antara penduduknya dan kaum pendatang yang merampasnya. Lalu Inggris merekayasa perang antara para penguasa Arab yang menjadi bonekanya, dengan Yahudi sebagai bentuk penolakan pendirian negara Yahudi di Palestina. Padahal hasil akhirnya sudah ditentukan oleh Inggris. Yahudi sebagai pemenang sehingga bisa mendeklarasikan negaranya pada tanggal 05 Mei 1948 dengan menguasai sebagian besar wilayah Palestina.

Sialnya, PBB yang katanya penjaga perdamaian dunia malah memasukkan negara penjajah Israel sebagai anggota PBB pada tanggal 18 Maret 1949. Nggak heran kalo Israel makin belagu karena dilindungi oleh AS, Inggris, dan PBB. Huh, beraninya pake bodyguard!

Kebiadaban Israel di Palestina

Pren, sorry kalo kita pake kosakata ‘biadab’ untuk menggambarkan tingkah brutal Israel di Palestina. Nggak ada maksud ngajarin kamu kata-kata kasar. Cuman kita nggak dapet kata yang lebih halus lagi. Soalnya, bukan pertama kali penjajah Israel menumpahkan darah saudara-saudara kita dan berbuat kerusakan di Palestina.

Sejak mereka menjajah Palestina pada tahun 1948, tingkah polahnya terhadap tuan rumah udah kebangetan. Saking nggak tahu dirinya, dia malah punya rencana untuk melakukan yahudisasi kota al Quds (Palestina) yang tertuang dalam sebuah proyek besar bernama “Jerusalem Raya”. Proyek ini mengusung slogan “Sebanyak mungkin orang Yahudi dan sedikit mungkin orang Palestina” di al Quds. Rencana ini sempurna dilakukan pada tahun 2020 nanti. (Info palestina, 03/05/2005). Waduh!

Karena itu, pemerintah zionis Israel tiap hari kerjaanya bikin rencana jahat untuk menyingkirkan Islam dan kaum Muslim Palestina. Apapun dijabanin biar rencananya berhasil. Akibatnya, dalam empat tahun terakhir sejak meletus aksi intifadhah di al-Aqsha (28 September 2000), tercatat jumlah syuhada Palestina yang gugur akibat serangan penjajah Zionis Israel sebanyak 4.000 orang. Sementara yang luka-luka sebanyak 52.882 orang, sebagian besar dari mereka menderita cacat tetap. Sementara yang menghuni penjara-penjara Israel sebanyak 7.600 orang.

Rumah-rumah penduduk yang dirusak sebanyak 69.843 dan 7.438 rata dengan tanah. Jumlah lembaga pendidikan yang hancur akibat bom/roket Israel sebanyak 316. Masih belon cukup, Israel juga telah menghancurkan 740 ladang dan membumihanguskan 742 perkebunan, peternakan ayam dan pengembangbiakan hewan. Nggak ketinggalan 30.032 hektar jaringan irigasi serta 1.311 kolam dan penampungan. Mereka juga memporakporandakan lebih dari 9.066 toko dan kios.

Akibat dari aksi brutal Israel ini, sebanyak 15.879 petani kehilangan ladang garapannya; 32,3 % dari jumlah penduduk Palestina menganggur; dan angka kemiskinan selama operasi penutupan dan pengepungan militer Zionis lebih dari 67,6 %. Ini berdasarkan hasil sensus kemiskinan bulan Agustus 2003, juga berdasarkan kantor Pusat Statistik Palestina. (Ummi Online, 03/03/2005).

Itulah secuil fakta kebuasan Israel di negeri Palestina. Menyedihkan ya. Parahnya, banyak umat Islam yang cuek dan menganggap krisis Palestina sebatas masalah negeri-negeri di Timur Tengah saja. Padahal jelas-jelas negeri Palestina adalah negeri Islam. Ehm…jadi malu!

Tegaknya Khilafah, Udah Kebelet!

Aksi genocide (pembantaian) yang dilakukan militer Israel di jalur Gaza Palestina memancing kebencian umat Islam sedunia. Aksi turun ke jalan digelar diberbagai tempat. Bantuan logistik seperti makanan, pakaian, obat-obatan, hingga tim medis mengucur deras menuju tempat kejadian. Pengiriman relawan perang dilakukan organisasi Islam untuk membantu perlawanan pejuang Palestina. Bahkan PBB pun berusaha mengeluarkan resolusi terhadap Israel. Sayangnya, resolusi PBB ditolak oleh AS sebagai salah satu pemegang hak veto dan pelindung Israel. Bantuan logistik tertahan diperbatasan Mesir. Pengiriman mujahid pun mentok di birokrasi penguasa negeri Muslim.

Pren, apa yang tengah terjadi di jalur Gaza udah seharusnya membukakan mata kita tentang kondisi umat Islam sekarang. Sekat-sekat nasionalisme telah mengoyak ukhuwah islamiyah. Para penguasa muslim cuman bisa mengutuk (emangnya Malin Kundang pake dikutuk segala?) atau mengecam. Itu mah anak SD juga bisa. Padahal Allah swt mengingatkan:

Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama, maka kalian wajib menolong mereka. (QS al-Anfal [8]: 72).

Kalo bener seorang muslim, harusnya para penguasa di Timur Tengah segera ngirim tentara dan membuka pintu perbatasan untuk membantu pejuang Palestina. Bukan malah bersikap pengecut dengan hanya menganjurkan gencatan senjata atau menggagas perjanjian damai. Meski militer Israel punya jet tempur F-16, helikopter Apache, atau Tank Merkava 4, nggak ada alasan untuk takut. Buktinya, militer Israel pernah keok dihajar tentara Hizbullah tahun 2006 silam dalam waktu 33 hari. Itu berarti, kekuatan Israel cuman mitos…tos…tos! Allah swt menegaskan:

Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, Pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan. (QS. Ali-Imrân [3]: 111)

Namun, apa yang bisa kita harapkan dari para penguasa Muslim sekarang. Banyak dari mereka yang ngeper terhadap arogansi AS dibanding ketaatannya kepada Allah swt. Akibatnya, musuh-musuh Islam makin leluasa menzhalimi saudara-saudara kita di berbagai belahan dunia. Israel makin belagu, negaranya Obama kian semena-mena.

Makanya kita perlu negara yang bener-bener melindungi umat Islam sedunia. Negara yang menggabungkan kekuatan seluruh negeri-negeri Islam. Negara yang menghapuskan batas-batas nasionalisme. Negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh untuk kebaikan umat manusia. Negara yang akan menendang Israel keluar dari Palestina. Negara yang siap menonjok arogansi AS. Itulah NKRI alias Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah.

Selain menggalang solidaritas untuk Palestina dalam bentuk bantuan uang dan obat-obatan, jangan lupakan juga untuk menyadarkan umat. Biar kita semua ngeh kalo masalah Palestina adalah masalah kita juga. Dan hanya dengan tegaknya khilafah Islamiyah, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya terbebas dari penjajahan. Ayo, kita isi hari-hari kita dengan mengaji, menyuarakan kebenaran Islam, membongkar kejahatan musuh-musuh Islam, serta meminta para penguasa untuk menegakkan Khilafah. Berangkaat..! [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

One thought on “051. Palestina, Negeri Kita Juga Lho!

  1. assalam…
    mas…
    pertamax ya mas…
    tetap kontak ya…

    wa’alaykum salam..

    siip. tetep semanat ya …

    Posted by rian | 12/01/2009, 04:18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: