//
you're reading...
Uneg Kwadrat

059. Kampanye Kursi ‘Panas’

 Persaudaraan itu adalah persamaan dalam kesulitan dan kelapangan. (Hasan bin Ali bin Abi Thalib)

imageSejauh mata memandang, atribut partai ramai terpajang. Ada bendera guede yang nangkring di atas pohon, baliho besar yang mejeng di perempatan jalan protokol, atau stiker-stiker imut yang banyak nempel di sembarang tempat. Bukan cuman logo partai yang merajalela, tapi foto-foto orang tak dikenal pun ikut-ikutan menghiasi kaca belakang angkot, kaos partai, atau tiang listrik. Tapi jangan salah, mereka bukan orang hilang atau buronan polisi lho. Katanya, mereka itu caleg alias calon anggota legislatif.

Yap, menjelang pemilu tanggal 9 April 2009 mendatang, para caleg balapan meraih simpati masyarakat. Apalagi sekarang, setiap caleg punya peluang yang sama. Nggak mesti dapat nomor pilih cantik di urutan teratas. Yang banyak dicontreng, dia yang lolos audisi. Nggak heran kalo banyak caleg yang mendadak sok kenal sok dekat ama semua orang. Di mana saja, selalu tebar pesona sambil bagi-bagi doku. Walaupun belum tentu masyarakat contreng nama dia. Hmm.. namanya juga usaha.

Mahalnya Duduk di Kursi ‘Panas’

Banyaknya partai yang jadi peserta pemilu otomatis mendongkrak jumlah caleg yang harus masuk daftar pilihan dalam surat suara. Komite Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Daftar Caleg Tetap DPR RI untuk Pemilu 2009 sebanyak 11.301 orang. Mereka berasal dari 77 daerah pemilihan di 33 provinsi. Mereka akan memperebutkan 560 kursi DPR. Ditambah puluhan ribu caleg yang berebut 471 kursi DPRD Kota/Kabupaten dan 33 kursi DPRD Provinsi. Banyak bener ya. Padahal mah kalo emang niat pengen duduk di gedung dewan, bawa aja kursi sendiri dari rumah. Nggak usah pake rebutan segala. Emangnya penumpang KRL Ekonomi. Hehehe….

Dari jumlah caleg yang bejibun, masing-masing kudu piawai ‘menjual dirinya’ di tengah masyarakat. Berlagak narsis dikit gak papa, asalkan banyak yang kenal, simpati, terus milih dia. Untuk itu, setiap caleg dituntut nyiapin duit yang nggak sedikit untuk biaya kampanye. Minimal, 400 jeti mah kudu diusahain untuk caleg DPR RI. Berarti kalo ditotal untuk seluruh caleg tetap, makan biaya kampanye Rp 4,52 milyar. Itu belon ditambah caleg DPRD yang jumlahnya puluhan ribu. Kebayang dong besarnya, bisa lebih dari Rp 50 trilyun. Gile beneer.! Duit semua tuh? Gak, campur daun. Ya iya lah. Demokrasi memang mahal. Cuman mereka yang kuat dananya bisa berlaga. Kalo modalnya seret, alamat tersingkir dari arena perebutan kursi dan gigit jari. Kacian deh.

Meski mahal, tetep aja kursi anggota dewan banyak diminati. Bukan cuman dari kalangan the have alias konglomerat, mereka yang hidup melarat juga berani daftar jadi caleg. Giliran saatnya kampanye, caleg yang modalnya pas-pasan kudu puter otak untuk menarik simpati masyarakat. Ada yang pinjem uang ke sana-sini-situ, ada yang melego perabotan rumahnya ke pegadaian, malah sampe ada caleg yang nekat ambil jalan pintas yang kagak pantas. Seperti yang dilakukan Ansori (28) dan Reza Fadilah (27). Dua caleg ‘hitam’ DPRD Kab. Lampung Selatan ini ketangkep polisi mau jualan ganja buat biaya kampanye. Padahal mah kalo emang gak punya modal, ngapain juga berlagak pengen jadi caleg. Apes kan?

Selain demi sebuah idealisme, boleh jadi pertimbangan materi juga ikut memancing banyak orang untuk jadi caleg. Soalnya, gaji, tunjangan, maupun fasilitas memadai dan cenderung mewah yang disediakan negara untuk anggota dewan lumayan bikin ngiler masyarakat. Bayangin aja, penerimaan anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah atau sekitar Rp 80 juta per bulan. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761 juta, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.1 juta. Belum lagi dana pensiunan yang mereka dapet ketika tidak lagi menjabat. (www.kabarinews. com, 09/03/09).

Pren, kebayang nggak kalo para caleg yang udah ngeluarin duit berjuta-juta itu terpilih jadi anggota dewan? Boleh jadi agenda pertama mereka adalah gimana caranya balikin modal kampanye dengan cepat dan aman dari sergapan KPK. Sementara mereka yang gagal, siap-siap ngadepin tunggakan pinjaman biaya kampanye yang menggunung. Kalo mentalnya lemah, bisa-bisa depresi atau malah bunuh diri. Iih syerem!

Golput yang Bikin Semaput

Julukan golput kian populer ditujukan bagi mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya saat pemilu. Kehadiran golput terendus dari jumlah partisipasi terhadap pemilu yang terus menurun. Dalam pemilu 1995 di atas 90%. Pemilu 1999 turun menjadi 86%. Pemilu 2004 turun lagi menjadi 80%. Dan diramal dalam pemilu 2009 yang akan datang, akan turun lagi menjadi sekitar 60-70%.

Perilaku golput dianggap ‘menodai’ kesucian demokrasi. Banyak pihak yang makin ngerasa gerah setelah golput berhasil mendulang sukses dalam beberapa pilkada. Dari 26 pemilihan gubernur tahun 2005-2008, setengahnya dimenangi golput. Dan dari 130 pemilihan walikota/bupati, golput menang di 39 pilkada kabupaten/kota. Walhasil, caleg dan petinggi partai gencar mengkampanyekan anti golput. Bahkan MUI pun ikut mengeluarkan fatwa yang ‘mengharamkan’ golput. Waduh, orang ndak mau ambil haknya kok ditakut-takutin? Piye iki!

Tingginya angka golput mestinya jadi cerminan bagi partai peserta pemilu, panitia pesta demokrasi, dan demokrasi itu sendiri. Kalo banyak masyarakat yang ogah pake hak pilihnya, berarti ada yang error nih. Mungkin ada yang nggak kedaftar sebagai pemilih; berhalangan hadir di TPS; atau kecewa dengan kinerja parpol dan wakil-wakilnya yang duduk di gedung DPR/DPRD. Apalagi setelah beberapa oknum wakil rakyat ketauan korupsi atau terlibat skandal seks. Gimana bisa dipercaya kalo gitu.

Akhirnya, kita bisa maklum kalo dalam sebuah survei Kompas (10/3/2008) terlihat 68,5% dari responden menganggap kinerja DPR buruk; 84% mengatakan DPR tidak serius awasi kerja pemerintah, 52,5% UU produk DPR tidak memihak kepada rakyat. Rakyat bisa ngeliat dengan jelas tingkah polah parpol yang ngebet banget dengan kekuasaan. Parpol islam asyik aja gandengan ama parpol sekuler biar bisa ikut ambil bagian dalam tampuk pemerintahan. Janji-janji manis yang diumbar para caleg saat kampanye pun udah abis dimakan semut ketika mereka berhasil duduk di kursi panas anggota dewan. Giliran ditagih konsistensinya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, mereka sibuk besilat lidah. Bete..bete..bete..ah!

Pren, pengamat politik Bima Arya bilang kalo hak pilih dalam pemilu udah diatur undang-undang. Namanya hak, boleh dipake boleh juga tidak. Terserah yang punyanya. Jadi nggak etis kalo yang golput dikasih label warga negara yang nggak nasionalis, tidak bertanggung jawab, pengecut, bla..bla…bla. Kita yakin deh, kalo aja pesta demokrasi emang bener-bener ngasih kebaikan buat kehidupan masyarakat, pastinya rakyat juga rela ngasih suaranya dalam pemilu. Tapi kenyataannya, hanya segelintir rakyat konglomerat yang menikmati hasilnya saat pesta berakhir. Sementara rakyat jelata cuman bisa melongo dengan mulut menganga dan air liur menetes menhiasi wajah mupengnya. Ngenes banget dah ngeliatnya.

Pilih Yang Berkualitas

Pilihan ada di tangan kita. Mau contreng caleg mana aja dari partai mana pun terserah kita. Mau masuk bilik suara atau cukup ngeliat dari diluar hiruk-pikuk arena pesta demokrasi, itu juga terserah kita. Tapi sebagai seorang muslim, nggak bisa kita berperilaku seenak udel. Biar selamat dunia akhirat, kita mesti ngikutin aturan hidup Islam dalam setiap perbuatan. Termasuk untuk urusan contreng-mencontreng kertas suara.

Dalam kacamata Islam, pemilu caleg itu sama dengan milih orang yang akan mewakili aspirasi kita di pemerintahan. Kita selaku pihak yang mewakilkan, kudu tahu apa aja yang bakal mereka kerjain setelah terpilih. Untuk itu, berikut kita bagi tips memilih caleg yang pas dan berkualitas.

Pertama, caleg yang pas nggak sekadar duduk di kursi panas. Dia aktif ngoreksi kebijakan sekuler pemerintah dan menyampaikan kebenaran Islam secara terang-terangan. Intinya, dia jadikan parlemen sebagai salah satu sarana untuk berdakwah.

Kedua, saat kampanye pemilu, caleg yang pas bakal jor-joran mengumbar ide-ide bersumber dari syariat Islam untuk melakukan perbaikan. Bukan asal bunyi demi meraih simpati.

Ketiga, nggak ikut ambil bagian dalam proses pembuatan peraturan yang sekuler. Kalopun hadir dalam rapat pengesahan, semata-mata untuk ngingetin pemerintah dan anggota parlemen kalo hanya hukum Allah yang layak dipake buat ngatur rakyat. Bukan aturan buatan manusia yang sarat kepentingan pribadi dan golongan. Dan dia akan mengambil langkah walk out alias keluar dari ruang sidang kalo peraturan sekuler itu tetep diputuskan.

Kita sering terkecoh dengan euforia hajatan demokrasi. Seolah-olah, ini satu-satunya jalan yang bisa memperbaiki kondisi masyarakat. Padahal, pemilu sudah digelar berulang kali dan para pejabatnya pun silih berganti. Namun hasilnya, angka kemiskinan masih tinggi, kriminalias tak terkendali, dan kekayaan alam kita pun banyak diangkut ke luar negeri. Inikah yang kita harapkan dari hajatan lima tahunan selama ini?

Rasul jauh-jauh hari udah ngasih tahu, kalo hanya Islam yang bisa memperbaiki kehidupan masyarakat. Karena Islam punya aturan lengkap dan sempurna untuk ngatur urusan rakyat tanpa campur tangan manusia. Caranya, dengan mendakwahkan Islam ngikutin metode Rasulullah saw. Mulai dari periode dakwah di Mekkah hingga berdirinya negara Islam di Madinah. Allah swt berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), yang akan memecahbelahkan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al An’am [6]: 153)

Pren, kalo kamu nemuin sosok caleg ideal yang memenuhi syarat di atas, kasih tau kita ya. Biar kita dukung bareng-bareng untuk menyuarakan Islam di parlemen. Tapi kalo ternyata sosok caleg ideal itu masih belon keliatan batang hidungnya, mungkin emang belon saatnya kita ngasih suara dalam pemilu kali ini. Mending kantongin aja tuh suara untuk pemilu berikutnya. Siapa tahu bakal ada sosok caleg ideal nongol ke permukaan. Atau sumbangin aja suaranya untuk berdakwah. Biar gaung kampanye penerapan syariah Islam tambah kenceng dan bergaung di seluruh dunia. Okeh? …okeh? …okeh? (mode gema: on) [hafidz341@gmail.com]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

2 thoughts on “059. Kampanye Kursi ‘Panas’

  1. Sungguh naif mereka haramkan golput dengan dalih agama:

    Top 10 Alasan Sesat Wajibnya Pemilu

    Posted by Pedy | 24/03/2009, 10:41
  2. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas?😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Posted by dir88gun2 | 02/06/2009, 08:07

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: