//
you're reading...
Liputanku

Training Optimalisasi Pelajar

(MTS Ar-Rofi’iyah)

Peringatan hari Kartini nggak mesti diramein dengan kontes baju kebaya terseksi atau pawai baju adat. Masih banyak kegiatan lain yang lebih mengena buat remaja, terutama pelajar. Seperti yang ditunjukkan oleh MTS Ar-Rofi’iyah. Sekolah yang berlokasi di tengah sawah daerah cibolang bogor ini justru mengajak siswa-siswinya ikut Training Optimalisasi Pelajar (TOP) bekerja sama dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bogor Timur.

TOP yang digelar hari selasa (21/04/09) pagi ini, dibuka oleh kang Hafidz yang mengenalkan aturan main training. Nggak boleh usil, boleh tanya, nggak boleh bikin forum sendiri, dan pastinya diharuskan bekerjasama. Tak lama, giliran Gus Uwik sang motivator utama yang tampil di depan peserta.

Bagi remaja, boleh jadi alasan utama sekolah nggak selalu atas keinginan sendiri. Banyak peserta yang bilang kalo sekolah semata-mata pengen bahagiain orang tua atau untuk memperbaiki hidup. Tapi giliran disinggung tingkah pelajar yang doyan bolos, tawuran, pacaran, atau kerjaanya cuman main, tak sedikit peserta yang mesem-mesem. Kesentil nih yee….

Sebagai muslim, dorongan terbesar bagi kita untuk belajar dibangun dari pemahaman kalo nuntut ilmu itu ibadah. Dan namanya ibadah nggak boleh main-main. Kalo main-main, alamat masa depan kita suram dunia akherat. Pasti nggak mau dong. Untuk itu, Gus Uwik mengajak peserta untuk mengokohkan akidah dengan memahami dan meyakini sepenuh hati konsep pahala, dosa, rizki, surga, dan neraka. Bukan apa-apa, konsep itulah yang membedakan kita dengan orang kafir dan bisa menjaga kita dari gaya hidup hura-hura. Sehingga peserta bisa memahami betapa pentingnya untuk menjadi lebih baik dengan mengenal Islam lebih dalam dan menjadi pelajar terbaik demi meraih kebahagiaan dunia akherat.

Sebelum training berakhir, semua peserta, tak terkecuali panita ngikut sesi muhasabah. Dengan duduk bersila dan mata tertutup, Gus Uwik mengajak yang hadir untuk merenungi tentang dosa-dosa kita kepada Allah swt, orang tua, guru, dan ‘kenakalan’ kita selama ini. Lantunan lagu ‘Ibu’ dari Iwan Fals atau ‘Ayah’ dari Ebit G. Ade memaksa yang hadir untuk menangis terisak-isak. Semua nggak bisa bo’ong kalo selama ini banyak mengecewakan ortu. Permintaan maaf pun tak cukup rasanya untuk menebus dosa-dosa kita pada orang tua. Yang bisa dilakukan sekarang, jaga kepercayaan ortu yang sudah susah payah membiayai kita sekolah dengan menjadi pelajar terbaik. Keep on spirit![]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: