//
you're reading...
Liputanku

Tolak Lady Gaga dan Liberalisme Budaya

Tolak Lady gaga - Hafidz341“Menolak Kehadiran Lady Gaga” tulis sebuah headline flyer yang dibagikan para pemuda (aktivis HTI Bogor Timur) dan pemudi (Muslimah HTI Ciawi) dengan ikat kepala bertuliskan lafadz lailahailallah. Mereka aktif menawarkan flyer pers release HTI itu ke para pejalan kaki, supir angkot, pengguna kendaraan roda emat, pengendara motor hingga pedagang asongan di perempatan jalan Ciawi. Terik panas matahari yang membakar kota Bogor, tak menyurutkan semangat mereka untuk membagikan seruan penolakan terhadap kehadiran si Mother Monster, Lady Gaga pada hari Ahad, 27 Mei 2012.

Selain membagikan flyer, para aktivis HTI Bogor Timur juga menggelar orasi di depan backdrop hitam besar bertuliskan lafadz lailahailallah warna putih dengan mobil pick up di depannya yang berfungsi sebagai panggung. Secara bergantian Ust. Hafidz, Ust. Edi, Ust. Gunung, Ust. Yusuf, Ust. Kurniawan dan Ust. Ahmad menyerukan penolakan kehadiran Lady Gaga dengan berbagai argumen.

Sejatinya, memang tidak ada tempat yang layak bagi Stefani Joanne Angelina Germanotta alias Lady Gaga untuk menggelar konser kemaksiatannya. Karena selain di Indonesia, beberapa negara juga menunjukkan sikap penolakan yang tegas terhadap konser, lagu, dan kehadiran ratu iluminati ini. Seperti di negeri Jiran Malaysia, Phillipina, Korea Selatan, hingga Australia. Dan tidak hanya umat Islam, tak sedikit pemeluk agama Kristen yang merasa gerah dengan lagu ‘Judas’ yang dibawakan Artis Kontroversi ini saat konser maupun di layar kaca.

Sehingga sangat mengherankan jika ada tokoh umat yang merasa tidak keberatan dengan kehadiran Lady Gaga. Padahal jelas-jelas MUI dan organisasi-organisasi Islam dengan tegas menyatakan sikap penolakannya. Dan sebagai umat Islam, membiarkan konser Lady Gaga terselenggara sama dengan membuka pintu masuk liberalisme budaya yang diembannya dalam wujud gaya hidup free sex, pornografi, pornoaksi, pemujaan terhadap setan dibalik simbol iluminati, penistaan terhadap ajaran agama lain hingga legalisasi penyimpangan komunitas gay, lesbi, dan transgender.

Perlu digarisbawahi bahwa penolakan terhadap kehadiran Lady Gaga tidak semata-mata menuntut pembatalan konsernya di bumi nusantara. Tapi lebih dari itu, HTI mengingatkan ummat untuk mewaspadai invasi pemikiran sekuler dan liberalisme budaya seperti yang dibawa oleh si Lesbi Irshad Manji atau si Ratu Iluminati Lady Gaga. Sehingga umat bisa bersikap lebih tegas dalam menolak ide-ide sesat seperti demokrasi kapitalis yang memberikan akses penuh bagi musuh-musuh Islam untuk menjajakan pemikiran dan budaya bobroknya di negeri-negeri Islam dalam bentuk food, fun, dan fashion. Tolak Lady Gaga dan Liberalisme Budaya![341]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: