//
you're reading...
Buletin Remaja Islam

003. Europhoria (Piala Eropa) Merajalela, Waspada!

Europhoria Piala Eropa Henri Delauney, sekretaris Federasi Sepakbola Perancis (FFF) tahun 1920 sempet bete dengan kejayaan negara Amerika Latin dibanding negara-negara Eropa dalam urusan bola sepak. Apalagi setelah kesukesan Uruguay menyabet medali emas sepakbola dalam Olimpiade tahun 1924 dan 1928 berbuah hak tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia untuk pertama kalinya tahun 1930. Delauney mengusulkan kepada UEFA (Federasi Sepakbola Negera Eropa) supaya frekuensi pertandingan antar negara Eropa diperbanyak. Sial, usulnya ditolak. Akhirnya doi kecewa, jatuh sakit, terus meninggal deh. Sebagai bentuk permintaan maaf, akhirnya UEFA menggelar Piala Eropa untuk pertama kalinya tahun 1960 di negeri Zinedine Zidane. Perancis.

Kini, udah 50 tahun lebih Piala Eropa digelar. Ajang sepakbola setiap 4 tahun sekali ini selalu mengundang gegap gempita para bola mania di seluruh dunia. Seperti terjadi pada tahun 2012 sekarang. Sejak dinobatkan sebagai tuan rumah, Polandia dan Ukraina sibuk berbenah guna menyambut kedatangan para peserta piala eropa. Delapan stadion di Polandia dan Ukraina akan dipadati oleh ribuan penonton. Mulai dari stadion yang berkapasitas terkecil di Lviv yang hanya memuat 35.000 penonton, hingga yang terbesar dengan kapasitas 70.000 penonton di Stadion Olimpiade di Kiev. Dan ternyata, baru kali ini Piala Eropa menjadikan negara Eropa Timur sebagai tuan rumah!

Sejak Opening Ceremony Piala Eropa digelar di National Stadium Warsawa Polandia hari Jum’at 8 Juni kemaren, atmosfer europhoria (euforia piala eropa) udah kental terasa. Ajang sepak bola Eropa ini diklaim mengedepankan nilai-nilai Euro yaitu persatuan, persaingan, dan semangat. Upacara pembukaannya diramaikan oleh pemain piano klasik asal Hongaria, Adam Gyorgy, yang membawakan karya Chopin. Selain itu ada juga parade tarian kolosal yang melibatkan 800 penari relawan yang berasal dari 63 negara di seluruh dunia. Berbagai pertunjukan yang mengantarkan upacara pembukaan itu berlangsung selama 20 menit. Ribuan penonton memadati National Stadium. Aparat keamanan Polandia melakukan penjagaan ketat.

Meraup Uang Dari Piala Eropa

Perhelatan akbar Piala Eropa 2012 ini jadi momen meraup uang bagi berbagai pihak. Salah satunya adalah para pengrajin boneka di Jombang, Jawa Timur. Para pengrajin boneka memproduksi maskot Euro 2012 yang bernama Slavek dan Slavko. Dian Wahyudi, seorang pengrajin boneka dari Jombang, mengaku bahwa permintaan pasar lumayan bagus untuk maskot Euro 2012 ini. Dia mematok harga 40 ribu Rupiah untuk sepasang maskot Euro 2012 (beritajatim.com).

Selain maskot, pernak-pernak Euro 2012 yang lain pun diburu pembeli hingga omzet naik dua kali lipat. Para pembeli biasanya memburu kaos tim kesayangan mereka, selain itu jaket, dan syal. Para produsen mengaku mereka mendapat keuntungan sampai puluhan juta Rupiah.

Selain geliat bisnis yang halal, ternyata bisnis yang haram pun tak kalah semaraknya. Berbagai bentuk judi dan taruhan digelar untuk menyambut ajang Euro 2012. Di Makassar, diperkirakan perputaran uang judi untuk Euro 2012 mencapai angka Rp. 2 miliar semalam. Dari berbagai situs judi online Indonesia, menjelang pembukaan Euro 2012 para bandar telah menetapkan limit pemasangan Rp. 5 miliar ke bawah. Namun diperkirakan limit ini hanya untuk babak fase grup yang mempertandingkan 48 partai. Limit akan dinaikkan bandar dua sampai tiga kali lipat setelah memasuki babak perempat final. Judi online sangat diminati, karena relatif aman dan nggak gampang terlacak aparat. Hehehe…silahkan aja kalo ngerasa aman dari aparat, tapi dihadapan Allah swt kelak, gak ada satupun yang bakal lolos dari siksa api neraka!

Sepak Bola dan Konspirasi Yahudi

Di dalam bab 13 Protokol Zion disebutkan, “Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment, pen), seni dan olah raga.”

Berbagai perhelatan akbar dalam dunia olah raga itu ternyata seiring sejalan dengan program-program zionisme untuk mengalihkan perhatian dunia dari urusan penting yang sesungguhnya. Lihat aja, kalo udah urusan bola, kayanya bisa sampe lupa diri. Apapun dikorbankan buat sepakbola. Bahkan ada yang mengatakan bahwa di Eropa dan di negara-negara Amerika latin sepakbola itu udah jadi seperti agama.

Pengamat Zionisme dari Kajian Zionisme Internasional, Muhammad Pizaro, berpendapat bahwa keberadaan gerakan zionisme dalam sepakbola sudah berlangsung sejak lama. “Secara jelas, tujuan protokol zionisme adalah untuk melenakan umat melalui berbagai bidang, termasuk sepak bola. Tujuan zionisme itu kan menghancurkan agama, dan media untuk menggapai itu apa saja,” tegasnya.

Nah lho, mulai sekarang hati-hati deh sama sepakbola. Bukan berarti Islam mengharamkan sepakbola. Islam sangat menganjurkan berbagai olahraga selama olahraga itu tidak melanggar ketentuan-ketentuan Islam. Sayangnya sekarang sepakbola itu kan udah jadi segala-galanya. Berbagai hal dikorbankan demi sepakbola, mulai dari uang, waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan nyawa. Padahal sepakbola dari dulu sampe hari kiamat kan cuman gitu-gitu doang, orang nendang-nendang bola sampe masuk ke gawang, nggak lebih.

Sepakbola dan Nasionalisme

Ajang sepakbola antarnegara seperti, yang lagi hot, Euro 2012, atau World Cup, dan berbagai piala lainnya, pastinya bakal memupuk rasa nasionalisme (ikatan kebangsaan). Iya dong, orang Jerman pasti bakal mendukung timnas Jerman abis-abisan. Orang Yunani bakal ngedukung timnas Yunani. Begitu juga ketika timnas Indonesia berlaga di AFF Cup, orang indonesia pastinya bakal mendukung timnas abis-abisan. Nah, dengan adanya ajang sepakbola ini sentimen nasionalisme pastinya bakal menguat. Malah kadang-kadang sentimen yang dipanas-panasi oleh sepakbola ini memicu kerusuhan besar.

Padahal Islam melarang paham kebangsaan itu lho. Dalam sebuah hadisnya Rasulullah mengatakan, “Bukan termasuk golongan kami orang yang menyeru pada ashabiyah (kebanggaan golongan), dan bukan termasuk golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah, dan bukan termasuk golonganku orang yang mati karena ashabiyah.” (HR. Abu Dawud).

Kalo ada yang bilang bahwa sepakbola itu akan menguatkan persatuan dan kesatuan, itu sih Cuma isapan jempol aja. Liat aja buktinya, banyak banget kerusuhan yang disebabkan karena sepakbola. Bahkan udah banyak yang mati konyol Cuma gara-gara sepakbola.

Bulan lalu seorang pemuda berusia 29 tahun bernama Lazuardi harus meregang nyawa hanya memakai kaos warna biru. Kenapa begitu? Sebab dia kepergok oleh Jakmania (suporter Persija) lantas dikeroyok sampai tewas di dekat stadion Gelora Bung Karno. Padahal Lazuardi adalah suporter Persija, dia hanya kebetulan saja memakai kaos biru ketika nonton pertandingan Persija melawan Persib. Karena kaos biru itu dia disangka pendukung Persib. Malang nian.

Sahabat, semaniak apapun kita dengan pertandingan sepakbola, tetep inget mesti jaga diri dan jaga hati. Biar keimanan kita nggak terkontaminasi. Karena jelas banget sepakbola bisa bikin kita lupa daratan. Semuanya bisa kita lupain cuman gara-gara sepakbola. Gara-gara bola kita jadi lupa solat. Gara-gara bola kita jadi lupa ngaji. Gara-gara bola kita jadi ogah berdakwah. Yang kita perhatiin bola melulu. Padahal masih banyak urusan lain yang jauh lebih penting buat diperhatiin daripada sekadar ngebahas 22 orang lelaki pake celana pendek berebut 1 bola. Coba kasih aja tuh pemain masing-masing satu bola biar gak berebut. Kan beres. Hehehe…

Dan penting banget kita sadari. Ternyata berbagai ajang besar sepakbola dunia itu seiring sejalan sama konspirasi zionis Yahudi untuk mengalihkan kaum muslim dari berbagai persoalan umat. Lihatlah bagaimana kondisi umat yang menderita seperti di Suria dan negeri-negeri Islam lainnya. Tengok juga kondisi saudara-saudara di sekitar kita. Masih banyak yang hidup pas-pasan, terjerumus dalam kehidupan hedonis, menghalalkan segara cara untuk mengejar kesenangan dunia, hingga yang nggak peduli dengan sesama alias egois. Semua itu lebih penting kita kasih perhatian lebih daripada seluk beluk si kulit bundar. Rasul saw ngingetin kita dalam sabdanya, “Siapa saja yang bangun di pagi hari dan dia hanya memperhatikan urusan dunianya, maka orang tersebut tidak berguna apa-apa di sisi Allah; dan barang siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka dia tidak termasuk golongan mereka (iaitu kaum Muslim)(HR. Thabrani). So, kalo kita ngerasa seorang Muslim, ayo kita tinggalkan europhoria! [Isa]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: