//
you're reading...
Keep on Spirit!

Jiplakisme!

Plagiat jiplakismeOther can only follow! Kata sebuah iklan produk rokok mild. Sederhana tulisannya, tapi dalem banget artinya. Bukan cuman dalam dunia periklanan, keseharian kita juga nggak bisa dipisahin dengan aksi tiru meniru. Udah bawaan orok kayanya.

Apalagi remaja, doyan banget niru dalam banyak hal. Untuk urusan tugas sekolah misalnya. Mereka nggak mau ribet. Contek aja punya temen yang udah ngerjain setengah hidup. Tinggal ganti nama, jadi deh. Giliran ketauan guru, doi ngeles. Bukan nyontek kok pak, cuman kebetulan aja jalan pikiran kita sama. Jadi hasilnya kembar.

Dalam berpenampilan juga nggak jauh beda. Yang cowok, rambut dibikin gaya mohawk setelah ngeliat David Beckham mangkas rambutnya dengan gaya Indian. Yang cewek, busananya berkiblat pada tren fashion yang lagi populer. Terutama yang dipake sosok idola. Ngeliat Aura Kasih yang berbody ala gitar spanyol keliatan seksi pake baju ketat yang dipadukan dengan rok span, pengen make juga. Padahal, pastur badannya landscape alias tumbuh ke samping. Hasilnya, boro-boro mirip Aura Kasih. Yang ada, Au Ah Kasihan deeh…

Soal gaya hidup, remaja juga biasanya nggak mau ketinggalan tren. Seperti di penghujung tahun ini. Nggak sedikit  remaja muslim yang ngasih ucapan selamat Natal dan ngikut perayaan tahun baru. Emang sih, mereka cuman ikut-ikutan aja. Nggak sampe menanggalkan identitas kemuslimannya. Tapi berabe juga. Soalnya, natal dan tahun baru masehi itu jelas-jelas bagian dari ibadah agama Nasrani. Rasul pernah ngingetin kita dalam sebuah sabdanya, “siapa saja yang menyerupai suatu  kaum (dalam pola hidup mereka), maka ia (telah) termasuk kaum tersebut”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Umar). Nah lho!

D’riser, untuk hal yang positif kita boleh aja meniru kebiasaan orang lain. Ngeliat teman doyan melahap buku bacaan islam, kita tiru. Ngeliat teman yang konsisten menutup aurat dalam berbusana, kita tiru. Tapi kalo dalam urusan ibadah atau keyakinan yang prinsipil, entar dulu. Kita ini muslim. Kita punya aturan sendiri untuk perkara ibadah dan prinsip hidup. Orang diluar Islam mungkin gak masalah mengumbar aurat dalam berbusana, tapi bagi umat Islam itu sama saja merendahkan martabat. Orang diluar Islam, boleh jadi udah biasa gaul bebas cewek-cowok sampai membudayakan pacaran. Tapi bagi umat Islam, itu bisa menggiringnya pada pola hidup yang menuhankan hawa nafsu. Toleransi ama temen bukan berarti harus menendang prinsip hidup kita. So, hare gene masih latah ngerayain tahun baru? Yang bener aja![341] 

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: