//
you're reading...
Tausyiah

Menolak Hadits Ahad?

Hadits ahad tidak mutawatirSebagian orang menyatakan bahwa Hizbut Tahrir sesat karena menolak hadis ahad, dan mengingkari azab kubur. Sebagian dari mereka berpegang pada buku Hussein bin Muhammad bin Ali Jabir yang berjudul Ath Thariq ila Jamaatil Muslimin. Atau buku Dr. Shadiq Amin yang berjudul Ad Da’watul Islamiyah: Faridhatun Syar’iyah wa Dharuratun Basyariyah. Dalam buku Hussein bin Muhammad bin Ali Jabir terdapat redaksi sebagai berikut.

“HT masih mengharamkan anggotanya meyakini siksa kubur dan munculnya kembali Dajjal sebab hadis-hadisnya bersifat zhanniyud dilalah.”

Jika ada yang berpendapat seperti itu, untuk meresponnya bisa dengan langkah-langkah sebagai berikut.

PERTAMA,
Jelaskan terlebih dahulu bahwa Hizbut Tahrir tidak pernah memerintahkan para syababnya untuk tidak mempercayai azab kubur atau mengingkari kedatangan Dajjal. Hizbut Tahrir juga tidak pernah memerintahkan para syababnya untuk menolak hadis ahad, sekali pun dalam masalah akidah. Justru, Hizbut Tahrir mengajarkan kepada seluruh syababnya untuk menerima seluruh hadis sahih. Baik itu ahad maupun mutawatir. Baik itu berkaitan dengan masalah akidah maupun syariah. Selama hadis itu sahih, Hizbut Tahrir memerintahkan para syababnya (dan juga kaum muslim pada umumnya) untuk menerima hadis tersebut. Jadi, pernyataan bahwa HT menolak hadis ahad atau HT mengingkari azab kubur adalah pernyataan yang tidak benar. Itu fitnah.

KEDUA,
Orang yang termakan fitnah itu harus ditanyakan tentang konteks permasalahan yang sesungguhnya, apakah dia paham ataukah tidak. Jika paham, suruh dia menjelaskan tentang konteks permasalahan yang sesungguhnya sejauh yang dia ketahui. Jika dia tidak paham, atau bisa menjelaskan tetapi bukan dalam konteks permasalahan yang sesungguhnya, maka kita harus menjelaskan kepadanya tentang konteks permasalahan yang sebenarnya.

Konteks permasalahan yang sebenarnya, adalah ketika hadis ahad itu tidak menghasilkan keyakinan (tidak qath’i), tetapi hanya menghasilkan dugaan atau sangkaan (zhann). Padahal, akidah wajib ditetapkan dengan sesuatu yang meyakinkan, pasti, dan mutlak kebenarannya (qath’i). Atau, akidah wajib ditetapkan dengan sesuatu yang tidak menimbulkan perdebatan atau tidak menimbulkan multitafsir. Artinya, dalil tentang akidah haruslah dalil yang tidak bisa dan tidak boleh diperdebatkan. Sebab, dalil tersebut bersifat mutlak. Dalil yang seperti ini hanya dimiliki oleh Alquran dan Hadis Mutawatir. Sedangkan hadis ahad, tidak mencapai derajat mutawatir. Oleh karena itu, Hizbut Tahrir tidak menggunakan hadis ahad dalam masalah akidah. Kenapa? Sebab, derajatnya tidak mutawatir. Tetapi sekali pun demikian, kalimat “tidak menggunakan hadis ahad dalam masalah akidah”, jelas berbeda dengan kalimat “mengingkari hadis ahad dalam masalah akidah”. Tetapi masih saja ada orang yang hatinya kotor menyamakan di antara dua kalimat yang berbeda tersebut. Permasalahan ini kadang membawa pada fitnah lain, yaitu bahwa Hizbut Tahrir sama seperti Muktazilah yang menolak hadis ahad. Jika sudah seperti ini, jelaskan sekali lagi bahwa Hizbut Tahrir tidak menolak hadis ahad.

KETIGA,
Jelaskan kepada orang tersebut tentang pendapat para ulama berkaitan dengan hadis ahad maupun mutawatir dan kaitannya dalam masalah akidah. Misalnya, Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab beliau Syarh Shahih Muslim:

“Khabar ahad adalah hadis yang tidak memenuhi syarat mutawatir, baik perawinya satu atau lebih. Masih diperselisihkan hukum hadis ahad. Pendapat mayoritas kaum muslimin dari kalangan sahabat dan tabi’in, kalangan ahli hadis, fuqaha, dan ulama ushul yang datang setelah masa sahabat dan tabi’in adalah: khabar ahad yang tsiqqah adalah hujjah syar’i, yang wajib diamalkan. Khabar ahad hanya menghasilkan zhann, tidak menghasilkan ‘ilm (keyakinan). Kewajiban mengamalkan hadis ahad kita ketahui berdasarkan syariah, bukan karena akal…. Sebagian ahli hadis berpendapat bahwa hadis-hadis ahad yang terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim menghasilkan ‘ilm (keyakinan), berbeda dengan hadis-hadis ahad lainnya. Pada penjelasan sebelumnya kami telah menjelaskan pendapat ini secara rinci. Semua pendapat selain pendapat jumhur adalah bathil. Kebatilan orang yang berpendapat tanpa hujjah dalam masalah ini telah tampak jelas… Adapun yang berpendapat bahwa hadis ahad menghasilkan keyakinan, sesungguhnya orang itu terlalu berbaik sangka. Bagaimana bisa dikatakan hadis ahad menghasilkan keyakinan (ilmu), sedangkan hadis ahad masih mungkin mengandung ghalath, wahm, dan kadzb? Wallahu a’lam bish shawab.”

Atau para ulama lain selain Imam Nawawi.

KEEMPAT,
Jelaskan pula tentang sikap HT terhadap azab kubur, sifat surga dan neraka, kedatangan Dajjal, dan sebagainya. Yaitu bahwa HT membenarkan tentang adanya azab kubur, membenarkan kedatangan Dajjal, dan membenarkan tentang sifat-sifat surga dan neraka. Inilah yang disebut dengan tashdiq (membenarkan) sebagaimana yang terdapat dalam kitab Asy Syakhshiyyah Al Islamiyah juz I. Kitab ini ditulis oleh Syaikh Taqiyuddin An Nabhani, pendiri Hizbut Tahrir.

KELIMA,
Jangan lupa ingatkan akan firman Allah: walladziina yu’dzuunal mu’miniina wal mu’minaati bi ghairi maktasabuu faqadihtamaluu buhtaanan wa itsman mubiinaa/Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. Lihat dalam QS. Al Ahzab ayat 58.[Ust. Agus Trisa]

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: