//
you're reading...
Inspirasi Pagi

Jangan khawatirkan rezekimu!

Ust. Hilman FauziJangan Khawatirkan Rezekimu!

Sabtu lalu (06/08), saya berkesempatan ngikutin seminar bisnis yang digagas oleh Mickot, produsen kemeja koko multifungsi yang mengangkat nilai budaya dalam negeri melalui paduan batik pada seiap desainnya.

Salah satu sesi yang cukup menarik perhatian saya adalah konsep rezeki yang disampaikan oleh Ust. Hilman Fauzi. Judulnya menggelitik, jangan khawatirkan rezekimu. Terlintas dalam benak saya, apa yang dikhawatirkan dengan rezeki kita?

Ternyata, kekhawatiran kita tentang rezeki berangkat dari empat pertanyaan yang sering terlontar saat melihat orang lain, terutama yang kita kenal seperti teman kantor atau teman sekolah memposting ‘kesuksesan’-nya di sosial media:
1. Kenapa rezeki kita berbeda?
2. Kenapa saya miskin?
3. Kenapa rezeki dari Allah nggak adil?
4. Kenapa susah cari rezeki?

Saya pribadi, sejak memutuskan untuk kerja di rumah sebagai tukang jualan online, sempat terpapar kekhawatiran akan rezeki. Apalagi jika memikirkan biaya keseharian dan sekolah anak. Ketika masih kerja, tinggal tunggu gajian setiap bulan. Biaya-biaya terbayarkan. Tapi sekarang…tergantung hasil jualan.

Tapi, dengan lugasnya Ust. Hilman mengingatkan kita tentang firman Allah:
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rizkinya dan Allah mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Huud: 6)

Ayat di atas menegaskan, bahwa sesungguhnya rezeki kita sudah TERTAKAR dan tak mungkin TERTUKAR. Begitu penekanan ust.Hilman. Tinggal tergantung kitanya yang wajib menjemput rezeki itu dengan jalan yang halal sebagai bentuk rasa syukur. Untuk itu, Allah swt akan menambah kenikmatan dan rezeki kita.

Namun jika kita menghalalkan segala cara seperti membiasakan diri dengan transaksi riba, sama saja kita kufur terhadap nikmat yang dianugerahkan oleh Maha Pemberi Rezeki. Jauh dari keberkahan. Kalopun terlihat ‘seolah’ berkah, bisa jadi itu gejala tadarruj. ‘Jebakan’ dari Allah untuk mereka yang kufur nikmat hingga Allah mengambil semua kenikmatan yang diberikan saat mereka sedang di atas. Buum!

Keberkahan akan rezeki yang mendorong ust. Hilman menanggalkan profesinya sebagai Account Manager sebuah bank selama 5 tahun. Padahal kalo soal rezeki, cuman modal tanda tangan aja bisa dengan mudah dapat ratusan juta. Tapi beliau teringat akan hadits rasul saw:

Dalam Shahîh Muslim, dari penuturan Jabir bin Abdillah ra. dinyatakan, “Rasulullah SAW telah melaknat pemakan riba (pemberi pinjaman), peminjam (nasabah), pencatat (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama (sama-sama berdosa).” (HR Muslim).

Jadi, jangan khawatikan rezekimu. Semua sudah TERTAKAR, tak mungkin TERTUKAR….
Mari bit.ly/jaditaubaters

Sila share jika catatan ini menginspirasi Anda….

About Hafidz341

Seorang islamic writepreneur yang suka menulis ttg dunia remaja dan Islam. Saat ini memegang amanah Pimpinan Redaksi Majalah Remaja Islam Drise (http://drise-online.com). Selain penulis, jebolan STIKOM Binaniaga Bogor ini juga dikenal sebagai praktisi internet dan sosmed marketing serta owner Ghofaz Computer.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Follow me on Twitter

%d blogger menyukai ini: